Puisi

Tuhan Merengek Di Lampin Antologi Puisi Rian Tap

Tuhan Merengek Di Lampin

Isak tangis di sudut kota Betlehem.
Sang bayi telah lahir dari rahim perawan.
Lampin-lampin mulai berarak membungkus tubuh yang terkujur kaku.
Tubuh yang terlalu dini melayat dunia.
Tetapi sudah saatnya janji itu harus digenapi.
Tentang ramalan nabi “orang Nazaret keturuan Daud akan manjadi raja penebus”.
Balada malaikat mulai memain peran.
Pada tingkap-tingkap langit surga yang mulai terbuka,
menyambut sang agung yang terbalut sunyi.
Merengek pada ibu yang tergurat lemah,
sebab paruh pertama rahimnya mengendong duka.
Duka pasrah tehadap janji Gabriel.
“Pada rahimmu mengandung Sang Juruselamat”.
sudah genaplah waktunya.
Dawai gambus para gembala kian nyaring,
menyapa Ia yang merengek dan menetek pada palungan hina.

Baca juga : Para Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Smpk Frateran Ndao Mengikuti Rekoleksi Persiapan Natal 25 Desember 2020 Di Kapela Frateran Bhk Ndao Ende

Tuhan dan Palungan Ilalang

1//. Dalam petikan nada rindu melantun di malam sunyi.
Pada kilauan cahaya bintang yang gemawan.
Pada rembulan yang menyapa jagat
Pada gemercik sunyi dalam ilalang liar.
Pada hembusan angin lembut di kandang para gembala,
yang kian terhempas pada pekatnya malam,
Berdebur ombak yang bersetubuh dengan karang.
Rasaku kian menyentuh hati,
sang raja telah datang pada palungan jerami hina.
Nada rindupun kian tercipta,
Oleh jamahan malam paling sunyi di kota Betlehem.

Baca Juga :   Hujan Desember Antologi Puisi Maxi L Sawung

2//. Iringkan melodi natal kian menyapa-Nya,
Syair-syair para gembala setia menuntun-Nya.
hingar-bingar memuja dan memuji-Nya.
Selaras nafas yang dibisikan di telinga dunia,
tentang natal telah tiba.
Rindu menghangat.
Rindu menggetarkan,
bergetar penuh haru,
lantas Ia datang dengan balutan jerami nakal,
yang mungkin telah menggatalkan tubuh mungil-Nya.

3//. Alunan nada rindu telah tercipta.
Ketika rahim mulai menjerit tangis,
berkumandang pada dunia Sang Tuhan telah lahir.
Dalam pelataran dunia yang terpangku busuk.
Sebab, dunia belum siap menyambut-Nya,
berlarian memberi kabar tentangNya.
Sampai dunia lupa menyambut-Nya.
“Ibu dan saudara-saudaraku adalah mereka yang mendengarkan sabdaku”.

Baca Juga :   Kamu Luar Biasa Antologi Puisi Andi Dollo

Baca juga : Tuhan, Datang-Mu Antologi Puisi Edid Theresa

Salam Untukmu Maria

1//. Salam bagimu sang ibu Tuan,
yang setia memikul rahim dari Nazaret sampai tanah Betlehem di Yudea.
Janji Tuhan genap pada kandang hina.
Setelah terik melumat tubuhmu yang kian renta,
Ada derai yang mengisah patah-patah di peluhmu.
Sebab sudah saatnya sang bayi melonjak dari rahim.
Pada senja yang kian mengatup dibulir-bulir malam.
Engkau mencari tempat untuk berteduh,
bukan hanya berteduh, tetapi sudah waktunya engkau bersalin.
Masih tergambar jelas di wajahmu yang perlahan,
menunduk rebah pada palungan setelah Yosef mendulang mimpi.
“Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku”.

2//. Pagi-pagi benar sebelum sang mentari belum siap melumat embun.
Engkau masih menyisakan ribuan tanya,
hingga bertebaran di lekuk bibirmu yang kian tamaran,
buah kandunganmu telah lahir.
Kisahnya tak mampu kau ceritakan sebagai dongeng pengatar tidur malam.
Pada hal disegaris kening terlukis jelas guratan bercak sang terik mentari.
Melumat hingga mengaduh perih menahan beban yang tersanggul di pundakmu.
Ada bisikan dari nafas yang patah yang tak mungkin engkau ceritakan.
Tentang misteri Roh Kudus yang ada pada rahimmu.
sekali engkau bertengadah “benar janjiNya”.
Sedangkan rambutnmu yang tergurai dijambak usia renta.
Engkau tersanggul dikurunnya sang waktu.

Baca Juga :   Serdadu di Balik Bangku

3//. Ini kisah yang merdu untukmu.
Perihal juang seorang ibu,
yang mengandung dari Sang Roh tersuci.
Anak dara tumbuh di antara ibu-ibu berderai.
Peluh yang meranum hujan diteluk kasih-Nya.
Seiring dengan taburan emas, perak dan mu’ur dari Majus.
Aroma kandang hina menjadi surga yang terbawa ke seluruh penjuru,
Selamat natal untukmu Maria.

Baca juga : Kita dalam Gelap dan Terang Antologi Puisi Defri Noksi Sae

Penulis adalah mahasiswa STFK Ledalero-Maumere. Saat ini berdomisili di biara SVD unit Gabriel.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button