Puisi

Terjaga Antologi Puisi Lidwina Rusmawati

“Malam datang dengan rindu yang mendalam

Namun kantuk masih enggan tuk merayu

Hasrat yang merongrong

Terpaksa dipasung”

Lidwina Rusmawati

Terjaga


Terlalu larut untuk menemani malam
Namun kantuk masih enggan tuk merayu
Pejamkan mata dan kembali terjaga
Waktu terlampau lama bila ditunggu
Seakan sengaja membuat terjaga semalam suntuk
Yang terlalu rindu akan pagi

-2021

Baca Juga :   Kelana Embun Pagi Antologi Puisi Andi Hotmartuah Girsan

Baca Juga : Pesan Singkat Antologi Puisi Maxi L Sawung
Baca Juga : John Rawls: Keadilan Global dan Nalar Publik (1921- 2002)

Fokus


Kantong melompong
Selera meracau tak karuan
Di hari rupiah tak di genggam
Hasrat yang merongrong
Terpaksa dipasung
Tuk fokus perihal kebutuhan bukan keinginan
Hanya bisa memiliki sebatas angan

-2021

Baca Juga : Kehadiranmu Membahwa Cinta Yang Sesungguhnya Antologi Puisi Yofri
Baca Juga : Di Batas Kota Antologi puisi Maria Makdalena

Baca Juga :   Kenikmatan Asap Yang Sesat Antologi Puisi Bonefasius Zanda

Rindu


Malam datang dengan rindu yang mendalam
Dalam gelap yang pekat tanpa sekat
Sosokmu bertamu lalu berlalu
Memberi sepi menemui letih
Aku terlalu merindu lalu meracau
Menanti kunjungan yang tak kunjung datang
Ada cintamu yang bertuan baru
Melupakan aku yang terlupakan

-2021

Penulis: Lidwina Rusmawati, Tinggal di Maumere, Mahasiswi Universitas Nusa Nipa Maumere, semester 4 fakultas Ekonomi Manajemen, jurusan akuntansi. Penyuka sastra.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button