cerpen

Tentang Sebuah Kisah

Foto: Google.com

Kisah, menguatkan aku di atas bumi
Mengenal diri, mencintai dan dicintai
Kisah, memberi aku hidup
Ia melantunkan nada rindu setiap waktu
Menebas duri-duri kepahitan

Rinai hujan mengikis bumi
Mengikis mata buram air hujan
Kisah, aku ingin pulang kembali
Bila kisah, mungkin
Akankah air hujan berhenti
Tubuhku kuyup kebasahan
Aku perg mencari pelindung.

Baca Juga :   Hijabmu dan Rosarioku Dalam Cinta yang Esa

Ahh..Kisah!
Badanku terkuras rapu
Nyata..Air hujan hebat
Mencuci kebusukan, kisah.

Tentang Sebuah Hidup

Sajakku terhimpit di antara kerikil gersang
Menanti mentari yang tak kunjung ada
Hariku serasa kelam, pekat dilumuri kehampaan
Adakah kau tahu kutemukan jalan buntu

Seperti debu-debu menempel pada pori-pori hati
Hadirmu pun tak kurasa, tak kuingini
Jangan pernah berharap semua bunga kan jadi melati
Kuikhlaskan adamu lenyap dalam angan.

Baca Juga :   Sisilia dan Sepi

Tentang Sajak

Ku lukiskan sajak beraroma sesal
Ku mencintai dunia setelah mengetahuinya
Tak kan ada yang lebih romantis selain pergi
Benarkah engkau sajak?

Kupegang segala harapan
Kujalani segala kisah dunia
Meski tak lagi ada
Tentang sajak yang pergi aku rindu.

Setiap harap yang ranum
Ku ingin petik kehadiranmu hanya untuk dunia. Aku!
Entah apa yang terjadi, semua lenyap
Tentang sajak, kau amat kejam

Baca Juga :   Malam Tak Berembulan dan Suara Seram Menakutkan

Kau berhasil membunuh memoriku
Kau sisihkan luka
Biar engkau pergi, sajakmu masih dikenang
Tentang sajak, aku adalah yang terpinggir.

Fredy Langut
Mahasiswa Semester VII STFK Ledalero

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button