Puisi

Tanpa Rasa Antologi Puisi Maria Camelia


Hari usai, malam kian larut
Ia sadar bahwa musim hujan akan segera 
kembali Membasahi  kenangan yang terukir rapi
dari Januari hingga Juli
September mengambang penuh drama
Angin berhembus  malas 
sampai tak mampu menggoyangkan 
ujung rambutnya yang terurai indah
Semuanya berlalu begitu cepat
Ada sesak yang menusuk 
Ia menyeka air matanya
Ia memang menyadari bahwa semuanya
hanya sebuah persinggahan 
sementara rasa itu sudah terlalu jauh 
untuk ia panggil pulang
Ia hanya bisa mengadu pada bisu
Akankah ia akan seperti biasa 
tanpa rasa?

(Ruteng, 27 September 2021)

Baca Juga :   Merindu Antologi Puisi Widiana Marny
1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button