Puisi

Senjaku Antologi Puisi Theofilus Y.L Andar

Andai seketika engkau menjawab “ia”.
Mungkin saja aku akan melukiskan sajak-sajak untukmu pada senjaku.
Atau bahkan menceritakan tentangmu pada Dia sang penguasa hidup.
Dalam doa dan harapku,
Senjaku tak akan pudar dalam ujud-ujudku.

(Theofilus Y.L Andar)

Sajak rinduku terus menggebu.

Merintih kedinginan setiap bait-baitnya yang lusuh

Bahkan jiwaku ikut terpasung dalam keheningan.

Bolehkah jika suatu waktu aku dekat dengamu ?

Meski sekadar menjadi teman curhat atau

menjadi pelita bagi kegelapanmu

Andai seketika engkau menjawab “ia”.

Mungkin saja aku akan melukiskan sajak-sajak untukmu pada senjaku.

Baca Juga :   Kelana Embun Pagi Antologi Puisi Andi Hotmartuah Girsan

Atau bahkan menceritakan tentangmu pada Dia sang penguasa hidup.

Dalam doa dan harapku,

Senjaku tak akan pudar dalam ujud-ujudku.

(Ruteng, 28 September 2021)


Tentang Kehadiranmu 
                                           

Hai…..

Aku tak berhentimenyapamu

Dalam heningnya malam, aku terus membayang wajahmu

Raga dan jiwa ini seakan terpanggil karenamu

Dan menemukanmu adalah anugrah terindah bagiku

Tak sengaja aku melihat senyummu yang penuh ketulusan

Dan pertemuan yang kudambakan terus mengalir setiap hari-hariku

Engkau perlu tahu, bahwa hati dan pikiran ini terus disibukan olehmu

Baca Juga :   Hutan Manja Antologi Puisi Ardhi Ridwansyah

Kamu juga perlu tahu

Kehadiranmu telah mewarnai sejuta inspirasi di hidupku

Dan untuk itu aku berterima kasih padamu

Teruslah menjadi wanita yang ku kenal baik

Aku dan doaku terus menaungimu

(Ruteng, 19 September 2021)


Kamu Alasanku

Mengenalmu adalah Anugerah.

Mendekatimu bagai cahaya lampu yang memenuhi seisi ruang gelap

Sepotong senyum yang kau titipkan penuh keindahan.

Dan pertemuan menjadi kebahagiaan.

Inikah sebuah pertanda?

Pertama kali tatapku yang bergulir nyata pada beningnya matamu.

Baca Juga :   Musafir Panggilan Antologi Puisi Haris Meme

Mendekap barisan hariku penuh bahagia tumpah ruah.

Tak peduli seberapa lemah getar itu menyisir kelam batinku.

Entah angin apa, yang membuat pertemuan itu menjadi kebahagiaan.

Aku tak bisa marah, karena bagiku kau adalah anugerah terindah untukku.

Kamu juga sangat poluler di kepalaku.

Bahkan saat aku tidur, kepalaku masih disibukkan olehmu.

“Karena kamu selalu singgah dalam mimpi dan hatiku”

(Ruteng, 01 Oktober 2021)


Theofilus Y.L Andar

Mahasiswa Semester 5 Jurusan PGSD UNIKA ST Paulus Ruteng. Hobby menulis dan bermain bola kaki.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button