Puisi

Selamat Bertambah Usia ” N” Antologi Puisi Maxi L Sawung

Merayakan bertambahnya usiamu di tengah pandemi Corona
Bukan perkara mudah bagi kami orang-orang terdekat
Sebab harus menjaga jarak biar tidak menular dan tertular
Padahal kebahagiaan harus dibagi dengan saling mendekap
Dirayakan dengan tawa lepas tanpa dihalangi masker.
Kami pun yang harus terbentang jarak tak bisa berbuat banyak.
Hanya berupaya sederhana mungkin membuat ucapan bermakna.
Biar menolak budaya lupa sehingga hangat kekerabatan terus menyala.
Kau tahu bertambah usia bukan hanya perkara bertambahnya satu angka.
Tetapi bagaimana terus menjadi ada dengan karya, suara dan cinta.
Sebab menjadi dewasa harus ada karya nyata. Usai sudah semua omongan belaka.
Sebab menjadi dewasa harus terus bersuara. Kurangi berdiam diri.
Sebab suara adalah sabda. Adalah doa.
Sebab menjadi dewasa tidak jauh dari cinta. Walau mungkin harus terus
Berhati-hati dalam bercinta. Karena ada perkara: kau dapat mati rasa atau terus candu.
Tulisan ini mungkin terlalu panjang untuk sebuah doa.
Terlalu membosankan untuk sebuah ucapan.
Tapi, itulah kita: sebuah doa yang diucapkan tanpa bosan.

Baca Juga :   Kelana Embun Pagi Antologi Puisi Andi Hotmartuah Girsan

(2021)

Baca juga : Perempuan Patah Hati Dengan Kenangan Yang Masih Enggan Antologi Puisi Ningsih Ye
Baca juga : Merindu Antologi Puisi Widiana Marny

Muka Tak Murka

Hampir setiap kali aku menyusuri jalanan itu
Muka rumahmu sepih di jaga sepasang gerbang besar bisu
Tertulis pengumuman: Gereja diliburkan, walau hari Minggu.
Telah aku temui pada mukamu sarat menyimpan duka
Sebab sudah sunyi nyanyian burung-burung Gereja bercampur
tawa anak-anak sekolah mingguan.
Walau bunyi lonceng bersatu dalam nadi, kita tetap berdoa dalam hati.

(2021)

Baca Juga :   Puisi-Puisi Yohanes Mau

Baca juga : Kamu, Hujan, Kopi Dan Sepiring Jagung Rebus
Baca juga : Rindu yang Sempat Riuh

Kilas Balik

Kau terus mengutuk hujan lebat
Yang sibuk membersihkan masa lalumu
Sebab diam-diam kau merindukan kisah itu
Padahal sepanjang doa kau terus terang mengutuknya.

(2021)

Baca juga : Ciuman Pertama Antologi Puisi Defri Noksi Sae
Baca juga : Yang Meracuni Antologi Puisi Indrha. Gamur

Penulis, Maxi L Sawung, tinggal di Maumere, Menyukai buku dan Dia.


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button