Puisi

Sebab aku mencintaimu Kekasih Gereja [Puisi-Puisi Afrianna]

~Sebab aku mencintaimu Kekasih Gereja~

Untuk Tuhan
Baru semalam, aku berdoa untuk sebuah rahmat sabar
Agar setia dan tidak jatuh tanpa seijinannya
Mendapat luka.

Tetapi mengapa
Tubuh seperti ditikam
Segenggam sesak
Ingin rasanya, waktu beri jeda meski sejengkal
Atau barangkali kembali pada waktu, sebelum kisah ini ada

Mengapa ?
Selalu ada mata yang lembab
Padahal juli sudah tak lagi musim hujan
Apakah doaku sudah Kedaluwarsa?
Hingga Tuhan jua tak mendengar rintih ini ?

Beri aku maaf
Sebab tak tega
Retina mataku cemburu pada-Nya
Sebab Ia meminangmu dengan selembar Jubah-Nya
Dan memilihmu menjadi Kekasih Gereja

Sudahlah
Pastinya kau tahu alasanku cemburu
Sebab aku mencintaimu

Baca Juga

~Biarkan aku mencintaimu dalam Doa~

Untukmu
Aku sangat tahu
Dengar, aku tahu ini berat
Aku tahu akan ada luka yang menjerat

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Yohanes Mau

Ini sulit
Bukan manis yang akan di kecap tetapi pahit
Kau akan bimbang,
Antara memilih aku atau Maria

Tetapi
Biarkan aku berlalu
Hilang dari dalam ingatanmu

Tahukah engkau
Tanpa catatan kaki
Aku telah usai menulis puisi tentangmu

Tentang kesia-siaan dalam perjalanan
Biarkan usai ditenggelamkan Zaman
Tentang kita
Sudahlah, rencana Kita memang matang,
Tetapi semua menentang dengan tenang

Biarkan aku
Tenggelam dalam gengaman doa
Doa yang acap kali membuatku menangis.
Melepaskanmu adalah mengenai keberanian yang kukumpul

Di sini
selalu ada namamu,
Yang tak akan pernah menjadi milikku
Seutuhnya.
Tapi mendoakanmu selalu utuh, kasih

Baca Juga

~Benalu Kasih Ibu~

Senyum dan tawamu
Tak akan pernah hilang dari hatiku
Ingin kurajut kembali
kisah-kisah yang hari ini telah usang diterpa Zaman dan Waktu

Baca Juga :   Gerimis di Luar Semakin Liar Antologi Puisi Onsi GN

Andai Saja kudapat merubah takdir ini
tak ingin cepat-cepat seperti ini
Pun rindu yang membunting
Untuk kembali pada sesilam itu
Akhhhh, betapa klimaksnya, Bu

Aku benalu kasih ibu
Yang belum menjadi dewasa,
Jika tanpa rajutan kasihmu
Aku benalu Kasih Ibu
Yang selalu merindu, bag bayi dalam lampin
Aku benalu kasih Ibu
Yang tak pernah berhenti menaruh harap dan Cinta kepadamu, bu

~Mimpi Ibu~

Bersama anaknya mengusir Sepi
Duduk bersama di samping tungku api
Sambil menanak nasi
Bercerita tentang masa muda, menghibur diri mengisi hari

Mimpi Ibu
Membunuh gelisah, membungkus rindu
Merangkai segala isi hati
Tanpa terkecuali
Menyelami segala keinginan
Membawa bahagia

Mimpi Ibu.
Tanpa ada yang tahu
Berdoa dengan khusuk untuk bahagia sambil berlinang air mata
Meski hatinya selalu terluka
Namun cintanya tak pernah mengandung jeda

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Wandro J. Haman

~KOTA YANG DINGIN DAN MATA YANG BEKU

Senyum tersungging sirna menghilang
Berganti air mata deras mengalir
Entah kapan akan berakhir?
Meremuk dada, mengoyak lamunan
Perihal mesranya kenangan dalam ingatan

Dingin
Menusuk tulang-tulang
Ini dada kembali sesak
Saat sunyi menerbangkan lagi segala ingatan
Yang sudah kukubur dalam-dalam diam-diam

Alam, seolah merasakan hal yang sama
Langit kian mendung
Pun kini rintik mulai merintih
Siramkan simpati
Dalam selimut rindu padamu yang selalu telah datang

Ah,…..
Ruteng
Kota tenang penuh kenangan
Mengapa kau titipkan gejolak tak bertepi ini?

Pada mentari kekasih semesta
Ingin kumengadu tanpa malu
Sayang, dia pergi menepi
Tak tega melihat aku merintih dalam sunyi

Kepada pundak Bunda aku berpaling
Tumpahkan semua rasa
Dalam harap temukan damai
Menentramkan hati menatap esok hari tanpamu

Penulis ; Afrianna
(Mahasiswa Semester VII Jurusan Theology UNIKA St Paulus Ruteng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button