Renungan

Renungan, Minggu 10 Mei 2020

RD. Oriol Dampuk
(RD Keuskupan Ruteng)

Bacaan I : Kis. 6:1-7
Bacaan II: 1 Ptr. 2:4-9
Bacaan Injil: Yoh. 14: 1-12

“Jika percaya, teruslah berjalan. Tuhan tidak akan pernah mempermainkan kita” (Time to Consequence II, Film)

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Dalam Bacaan I dikisahkan pada masa Gereja Perdana pelayanan kepada jemaat amat mendesak. Jumlah murid semakin bertambah namun hal ini tidak tercermin pada kesempatan melayani orang lain khususnya para janda. Kedua belas murid pun meminta kepada umat lainnya untuk memilih tujuh orang yang membantu tugas mulia ini. Pemberian tugas ini menuntut tanggung jawab utuh dan penuh. Dengan demikian, pewartaan tidak hanya menjadi tugas sekelompok orang saja tetapi juga membutuhkan partisipasi universal dari semua pihak.

Keinginan untuk pelayan Tuhan ditegaskan dalam bacaan II. Rasul Petrus mengingatkan bahwa jemaat adalah batu yang dipakai yang digunakan Tuhan untuk membangun rumah Tuhan. Tuhan sebagai batu hidup menggunakan setiap orang untuk menjadi penggerak dan pemimpin bagi orang lain. Kabar Gembira tetap menjadi arahan dasar dalam melakukan suatu perbuatan kasih. Kesediaan manusia untuk menerima tawaran dari Allah seturut kasih Tuhan yang mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada terang yang sesungguhnya. Manusia adalah batu-batu duniawi agar rahmat surgawi tetap bernyala.

Baca Juga :   Setia Adalah Harga Mati

Saat Tuhan memanggil dan memilih manusia sebagai abdi-Nya, Tuhan selalu menganugerahkan kekuatan dan pegangan dalam bertindak. Yesus dalam Injil Yohanes menasehati para murid-Nya agar tidak takut, cemas, dan gentar dalam setiap tugasnya. Seruan “Janganlah gelisah hatimu” menjadi modal penuh daya bagi manusia. Yesus juga menyerukan bahwa Ia adalah jalan, kebenaran hidup. Hal ini mau menegaskan peran sentral Yesus. Yesus mengatakan bahwa tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui-Nya. Yesus satu-satunya andalan bagi bagi manusia. Namun, Rasul Filipus sepertinya kurang mengerti dengan seruan ini. Filipus masih merasa Bapa yang diwartakan Yesus terasa amat jauh. Yesus justru mengingatkan Ia adalah utusan Bapa. Wujud Bapa ditunjukkan secara terbuka dalam mukjizat, ajakan hidup, karya Yesus sendiri. Pekerjaan-pekerjaan Yesus menunjukkan kasih yang amat sempurna dari Bapa. Yang dibutuhkan ialah kepercayaan.

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Entah disadari atau tidak, sejak dibaptis kita telah dipilih Allah untuk menyebarluaskan kasih Kristus. Sebagai anak-anak Allah, kita diwajibkan untuk menjadi pelayan Tuhan dimana saja berada. Tuhan menggunakan kita sebagai alat penyebar damai Tuhan dalam setiap pekerjaan, entah sebagai imam, guru, dokter, petani, ojek, dan sebagainya. Setiap pekerjaan mulia di mata Tuhan. Namun, kadang kita merasa tidak layak dan mampu mengemban tugas ini. Kita kurang menyadari bahwa dalam setiap panggilan hidup Tuhan turut bekerja, memberdayakan iman, dan memberi alasan yang tepat.

Baca Juga :   Pergi ke kampung Emaus

Untuk membangun rumah Tuhan, kita digunakan-Nya sebagai batu hidup. Jika ingin memiliki bangunan rumah yang kuat, dibutuhkan batu yang kuat pula sebagai fondasi. Kita adalah fondasi bagi berkat Allah. Tugas, panggilan, pelayanan kita adalah batu-batu hidup, bertenaga, dan kuat. Jika kita kuat, segala badai, rintangan, hadangan mampu dilewati dengan kepercayaan yang teguh. Batu hidup ini menjadi tonggak abadi, tak dapat dimusnakan.

Salah satu batu hidup yang kita gunakan ialah percaya. Para murid diajarkan untuk memiliki iman yang didasarkan pada Tuhan sendiri. Filipus yang ragu akhirnya dikuatkan oleh perbuatan nyata Tuhan sendiri. Kita pun diajak untuk memiliki kepercayaan yang tinggi kepada Tuhan. Sikap ini mau menunjukkan kerendahan hati akan Dia yang jauh lebih berkuasa. Percaya berarti berserah kepada Tuhan, membiarkan-Nya bekerja atas diri kita. Percaya berarti mengalami Tuhan, bukan hanya memahami-Nya. Mengalami Tuhan dalam setiap pengalaman suka, duka, sukses, dan gagal. Mengalami Tuhan bagaikan bertemu Tuhan dalam setiap pergumulan hidup.

Baca Juga :   Renungan Jumat Agung

Dengan kepercayaan yang teguh, Tuhan pun akan senantiasa menjaga dan melindungi kita. Sebuah jaminan telah disampaikannya: jangan gelisah hatimu. Yesus satu-satunya jalan, Ia sumber kebenaran utama dan Ia menjadi sumber kehidupan. Tuhan menyediakan waktu terindah bagi kita, dengan segala yang dapat dinikmati. Namun terkadang kita lupa Tuhan memakai kita untuk melakukan hal-hal luar biasa. Kadang kita tidak peka tatkala Tuhan menyapa dalam berbagai kesempatan. Kita pun seakan lupa Ia begitu dekat bersama kita. Marilah pada masa Paskah ini, kita menyadari bahwa Tuhan mencintai kita yang beriman kepada-Nya dan menjadi pelayan dan hamba yang setia.

Tuhan selalu butuh meski kita kerap jatuh!

Artikel Terkait

Back to top button