Renungan

Refleksi HUT Ke-72, SMPK Frateran Ndao-Ende

Frater M. Yohanes Berchmans, Bhk, M.Pd
Ka SMPK Frateran Ndao

“Tempora mutantur et nos mutamur in illis” waktu berubah dan kita berubah di dalamnya.

Adalah sebuah diktum yang benar untuk direnungkan. Bahwa seiring dengan perputaran waktu, tak terasa SMPK Frateran Ndao telah memasuki usia 72 tahun pada tanggal (19 Agustus 2020 – 19 Agustus 1948). Menurut ukuran manusia, usia 72 tahun adalah umumnya dianggap “usia” yang kurang produktif. Namun, tidak demikian dengan penilaian atau ukuran Tuhan, bahwa atas anugerah dan kasih setia-Nya, usia 72 tahun SMPK Frateran Ndao, justru masih produktif dan masih kokoh kuat berdiri serta telah menghasilkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai tempat di persada nusantara.

Apa makna angka 72 tahun itu? Makna yang tersirat dari angka 72 atau 7 itu. Pertama, angka 70 atau 7 adalah angka sempurna, seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian lama, dimana Allah memberkati hari ke-7 dan menjadikannya hari yang kudus atau hari sabat (Kejadian 2: 2 “ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang di buat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ke tujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Selanjunya, dalam kejadian 2:3, dikatakan “lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kedua, angka 70 atau 7 berhubungan dengan perhitungan batas maksimal umur manusia, kalau Tuhan memberikan kekuatan hingga lebih dari yang ditentukan, itu adalah sebagai anugrah dari Tuhan.

Baca Juga :   Jangan Mengkhianati Kebaikan Tuhan!

Mazmur 90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. Angka 70 atau 7 adalah angka pembalasan seperti tertulis dalam kitab perjanjian baru, Matius 18:21-22 “kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali? ” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Makna HUT Ke- 72 Bagi Warga Sekolah

Dengan mengutip kata-kata bijak ibu Teresa dari Kalkuta, bahwa ”dalam kehidupan ini kita tidak dapat selalu melakukan hal-hal yang besar, tetapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar”. Produktivitas SMPK Frateran Ndao, yang sudah berusia 72 tahun, namun militansi dan semangat belajar dan mengajar, yang tercermin atau tergambar dalam diri para pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik tetap tinggi. Seperti kata bijak dari ibu Teresa, diatas bahwa melakukan BANYAK HAL KECIL dengan CINTA YANG BESAR, melalui tugas pelayanan para pendidik dan tenaga kependidikan secara profesional dan profetik (kenabian yang mewartakan melalui sikap, perilaku, tutur kata dan perbuatan yang baik), juga seksi (smart = cerdas, pintar, pandai, elegan = mempesona ~ tindak tanduk (perfomance) harus yang terpuji, berkhlak baik, sehingga memancarkan aura yang mempesona, Kharismatik = punya kewibawaan, komunikatif dan kreatif, solution= pandai memecahkan masalah bukan penyebab masalah dan sahaja (rendah hati), inovatif = pandai menciptakan sesuatu yang baru baik bagi diri sendiri, peserta didik maupun bagi lingkungan sekolah. Itu berarti seorang pendidik yang profesional itu, pendidik yang bukan user melainkan yang maker atau pendidik yang endupreneur.

Baca Juga :   Setia Adalah Harga Mati

Harapan di usia 72 tahun menjadikan para warga sekolah semakin beriman yang diwujudkannyatakan melalui perbuatan atau pelayanan baik kita kepada sesama, teristimewa kepada peserta didik, orangtua peserta didik dan para pelanggan kita. Juga semakin beradad, dan berbudaya yang dapat diejahwantahkan melalui sikap saling harga menghargai, hormat menghormati respect, empati, saling menerima setiap perbedaan. Jadikan setiap perbedaan sebagai miniatur, sehingga menjadi sebuah mozaik kehidupan. Sedangkan berkualitas, yang diwujudkan lewat prestasi, baik akademik maupun non akademik. Hal ini hanya akan terjadi, jika memanfaatkan waktu dengan baik untuk BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR terus.

“Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru bermutu bisa melahirkan ribuan orang hebat”

Baca Juga :   Melayani Tanpa Batas

Setiap hari ulang tahun apapun itu memiliki arti yakni perayaan syukur atas kasih setia Tuhan yang telah menuntun dan menyertai hari-hari hidupnya. Seperti itulah SMPK Frateran Ndao yang tetap eksis berdiri kokoh kuat hingga saat ini, itu karena CINTA Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada kata yang pantas yang diucapkan kepada Tuhan, selain kata SYUKUR. Syukur ini harus diwujudkan lewat tindakan nyata warga sekolah yang BERIMAN, BERADAB, BERBUDAYA dan BERKUALITAS umumnya, serta pendidik yang PROFESIONAL, PROFETIK khususnya, dalam membelajarkan peserta didik. Yakinlah pendidik yang PROFESIONAL nan BERMUTU, pasti menghasilkan peserta didik yang PROFESIONAL nan BERMUTU pula. Ingat buah tidak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Semoga di usia 72 tahun, sebagai starting point bagi SMPK Frateran Ndao sekaligus sebuah metamorphosis yang menghasilkan insan-insan yang PROFESIONAL, PROFETIK, SEKSI, BERIMAN, BERADAB, BERBUDAYA dan BERKUALITAS. Akhirnya dengan meminjam kata-kata mantan presiden Amerika John F. Kennedy, “Jangan tanyakan apa yang SMPK Frateraan Ndao berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada SMPK Frateran

Selamat ulang tahun ke 72 SMPK Frateran Ndao, Semoga semakin jaya dan tetap eksis serta menjadi yang terbaik. Semoga!!!

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button