cerpen

Ranjang dan Sekitarnya

Foto: Tempo.co

Ranjang, entah itu milikmu atau milik yang lain
Pasti dapat memberikan rasa nyaman

Tidak perlu melihat suasana hatimu
Dengan tenang menunggu kedatangan tubuh

Pelabuhan terakhir, seperti seorang kekasih
Yang kita jumpai karena takdir yang menghendaki

Tidak ada yang akan tahu ibadah seperti apa yang terjadi
Di antara kalian dua dalam sunyi

Kesesokan hari mereka hanya akan menebak
Tentang mimpi dari tidur nyenyak

Baca Juga :   Tentang Cintaku

Walau sesekali dengan senyum nakal menunggu
Sebab bagi mereka yang tidak seranjang
Ada peristiwa-peristiwa yang tidak terduga
Saat kita bersama disekitaran ranjang

Tenggah Malam

Hari tepat tengah malam saat itu
Kita tidur dengan kesunyian masing-masing
Saat tidak sengaja, tebakmu, ada wajah dari masa lalu
Datang tanpa malu membawakanmu kembang
Kau tahu itu hayalan tipu
Tapi kau terlambat saat tersadar telah mekar bunga tidurmu

Baca Juga :   Gadis Senja di Puncak Golo Curu

Pemerintah dan Kita

Akhir-akhir ini saya sudah jarang menyimak berita
Isinya tentang kebijakan-kebijakan pemerintah
Saya suka ketika dari keributan mereka
Akhirnya memberikan keputusan yang merakyat, siapa?
Oh, kita
Saya lebih suka jika kita yang saling beradu mulut
Mempertengkarkan tentang hal-hal kecil
Dan kita tahu itu penting bagi masa depan bersama
Tapi,
Ada pemerintah di antara kita
Yang juga beradu mulut demi menunjang
Kebaikan bersama di masa yang akan datang
Dari perkara agama hingga ranjang.

Baca Juga :   Karya-Karya SMP Negeri 4 Lembor (1)

Haruskah kita malu atau bersyukur?

*Penulis: Maxi L. Sawung, pengangguran yang suka baca buku sambil menunggu datangnya waktu wisuda yang ditentukan kampus.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Periksa Juga
Close
Back to top button