Puisi

Puisi-Puisi Yohanes Mau

Semesta mendaraskan litani rindu, agar tercapainya hasrat.

Bersama derasnya hujan, sebab rindu terlampau birahi mengoyak sepi.

(Yohanes Mau)

Aku Ada Untukmu

Nasib negeri ini tak menentu
Pada hari dan malam yang panjang
Anak negeri menangis
Kehabisan makanan
Penguasa mengeluarkan aturan
Lockdown dalam waktu yang tak terbatas
Nasib rakyat jelata tak menentu

Air mata meleleh basahi tanah
Bahkan debu pun enggan terbang
Turut hayut dalam duka
Menanti uluran tangan penguasa
Menjamah dan menyelamatkan
Hidup yang sedang merana.

Cinta menangis di malam pekat
Jelang subuh
Menunggu mentari terbit
Bawa kabar hidup masih ada
Jangan menangis
Aku ada untukmu.

Baca Juga :   Cinta Maria Fatima Antologi Puisi Weruin Yofri

(Harare, 02 Juni 2020)

Baca Juga

Kumpulan Puisi Patrik Poto

Baca Juga

Puisi-Puisi Steve Marten

Hadirmu Adalah Cinta

Menjelang datangnya malam
Hiruk pikuk dan gurauan hari berlalu
Terang berkurang hingga lenyap dalam gelap
Malam pun datang tanpa undang.

Di tepian malam aku terkoyak sepi
Bagai rahib di gurun
Tiada kawan, tiada lawan
Kau, juga tidak.

Desiran angin, jadi sahabat setia
Untuk menemani suara jengrik
Di malam panjang yang enggan pergi.
Terdengar kokokan si jago
Sadarkan aku dari dunia mimpi.

Baca Juga :   Waktu Antologi Puisi Wandro J. Haman

Aku gugat terlalu cepat gelap pergi
Dan kini hari datang lagi, kabarkan
Jika matahari masih ada..

Kuatkan hati
Sepi, akan berakhir
Jangan biarkan dia, membunuhmu..
Seban dibelakangmu ada yang sedang merindu
Karena hadirmu adalah cinta.

(Harare, 01 Maret 2020)

Baca Juga

Blokir Maling Dengan Pendidikan Keteladanan

Baca Juga

Ayahku Menjelma Pria Berjas Putih

Kekasih Musiman

Baca Juga :   Bernafas Lekas Antologi Puisi Reineldis Alviana Jaimun

Dawai gitar perlahan kupetik
Alunan harmonis
Mengalir seni ke seluruh tubuh
Menusuk hangatkan beku
Menggetarka

Alunan dawai gitar
Kabar sejuk kepada awan
Berkisah tentang hujan
Temui kekasih musiman
Bernama semesta.

Semesta hanyut dalam rindu
Birahi ingin jumpa kekasih hati
Yang tak kunjung datang
Lewat alunan dawai gitar
Semesta daraskan litany rindu
Agar tercapailah hasrat
Bersemi bersama hujan.

(Harare, 27 April 2020)

Yohanes Mau ( Foto/Dokpri)

(Penulis, adalah warga Belu yang menaruh minat pada sastra.

Kini, ia sedang menjalankan tugas misi kemanusiaan di Zimbabwe-Afrika)


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button