Puisi

Puisi-Puisi Maxi L. Sawung

Ilustrasi: tribunnews

Oleh: Maxi L. Sawung

MEMBAYANGKAN KEMATIAN

Duduk termenung ditepih waktu yang terus berlalu tanpa malu
Ada yang terus bertumbuh dengan kembang jiwa yang tidak tahu kapan layu.
Tubuh yang jarang merenung, manatap kematian seperti sesuatu yang tabu
Saat melihat tubuh yang terbaring kaku, dibungkus oleh tanah yang baru
Saja digali dan ditutup.
Haruskah kita merenung agar selalu siap saat kereta kencana menjemput?

Baca Juga :   Merenung Antologi Puisi Adeluxe Biatris Fernanda Caet

MERELAKAN PERPISAHAN

Tubuh yang terbaring pasrah kelihatan begitu merdeka dari mata yang berair
Saat dia mulai menghembuskan napas satu satu, kehidupannya perlahan
Dibelenggu oleh takut dan malaikat maut. Disekitar hening tempat tidur
Ada manusia manusia yang mulai merelakan perpisahan walau mulai menyimpan
Rindu sebab menurut mereka masih banyak utang pertemuan yang belum kelar.

Baca Juga :   Puisi-Puisi Nus Narek

MERAYAKAN KEHILANGAN

Ditempat pemakaman umum kau lihat wajahwajah itu
Yang tidak lagi malu dan kaku menangisi tumpukan tanah
Ada yang berteriak, ambigu bahagia atau mulai menderita
Ada yang diamdiam mencoba terus menahan getar tubuh
Saat langit yang dari tadi kelihatan mendung perlahan bergemuruh
Lalu disepanjang pipi yang halus, rintik rintik basa mulai jatuh.

Baca Juga :   Panca Puisi Perjamuan

* Penulis adalah Pengangguran yang suka baca buku sambil menunggu waktu wisuda yang ditentukan kampus.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button