Puisi

Puisi-Puisi Gust Kn

Ilustrasi: tribunnews.com

MERCUSUAR

Barangkali
aku masih perlu lebih mengerti
arti sebuah kesetiaan tak bertepi,
tapi aku melihatmu tersenyum ceria
dan aku rasa,
engkau tanda terdekat telah pernah ada.

(Cabo de Espichel, Juni 2020)

TENTANG JARAK DAN UKURAN

/i/
Musim ini cinta harus dihitung oleh satu ukuran
dan hidup terbangun atas angka-angka tak tentu,
karena rangkulan lebih menakutkan
daripada rindu yang menggebu-gebu.

Baca Juga :   Coretan Dalam Rasa Antologi Puisi Alfa Edison Missa

/ii/
Di hadapan jarak, sebuah rahasia terbentang:
ukuran tersakti menjinakkan mikroorganisme mahacurang
ialah melebarkan lapang sentuhan.
Kalau pongah melawan ukuran,
kau memeluk satu pilihan:
—hidup terhempas dan cintamu malang.

/iii/
Dekat memang bukan lagi menjadi bintang
di sela-sela rindu yang lengang,
sebab di dalam jarak dan ukuran
ada kunang-kunang paling menegangkan.

Baca Juga :   Labuan Bajo 24 Agustus Antologi Puisi Affriana

Namun, masihkah rangkulan sebagai perlambangan kasih sayang
dan dadamu tempat berlindung paling agung?

(Amora, April-Juli 2020)

HUJAN SORE HARI

Sore ini hujan datang kemari,
menebah genting bertalu-talu
dan membasahi ranting rerimbunan waru.

Namun engkau telah tiada;
tak lagi datang ke balkon untuk menangkap desirnya,
tak lagi menerka dari arah dapur dan bertanya:
“Apakah kau telah mendengar rintiknya?”
“Dengar, Bu!” sahutku selalu tumpah bahagia.

Baca Juga :   Bagaimana Aku Menelanjangimu Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Sore ini hujan datang lagi
dan gerimisnya menyentuh wajahmu.

(Amora, September 2020)

Tentang Penulis:
Gust Kn, kelahiran Kerkuak-Reo, Manggarai. Ia mengakui dirinya sebagai pencinta puisi dan penikmat kopi. Sekarang, berdomisili di Amora-Portugal.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button