Puisi

Perihal Rindu Antologi Puisi Ella Mogang

Perihal Rindu

Perihal rindu
Yang sempat ku kemas dalam diam agar tak bersuara
Yang kukunci kuat dalam sel-sel harapan
Yang tak sengaja datang lalu bertandang.

Rindu
Mantramu terlalu kekal
Dan tak bisa aku singkirkan
Bagaimana cara aku membunuhmu ?
Sebab engkau datang hanya unuk membawa luka,
Lalu pergi dan menyisahkan tangis

Perihal rindu
Engkau, Tak akan mendapat kata maaf !

(Ruteng, 19 Januari 2021)

Baca Juga : Dalam sepi yang masih terlalu dini Antologi Puisi Yofri
Baca juga : Di Bawah Alismu Rinduku Berteduh Antologi Puisi Antologi Puisi Hams Hama

Baca Juga :   Cinta-Antologi Puisi Venand Samudin

Aku telah lupa

Aku telah lupa di persimpangan mana kita berjumpa
Saat kau menyapa aku dengan lembutnya
Saat kau menyapa aku yang tersipu malu didepanmu
Saat kau terus saja menggenggam erat tanganku

Aku telah lupa bagaiamana kamu tertawa begitu erotis,
Kemudian menyumbang senyum pada tepi-tepi bibirku

Aku lupa
Lupa semua tentangmu dan juga tentang kita
Kenangan itu telah hilang dalam ingatan
Tak sedikit pun jejak yang kita tabur melekat

Baca Juga :   Tuhan ada Dimana ?

Yah
Jujur
Aku telah lupa cara untuk mengingat dan mencintaimu kembali.

(Ruteng, 19 Januari 2021)

Baca juga : Nyanyian Hujan Antologi Puisi Wandro J. Haman
Baca juga : Gerimis Senja Antologi Puisi Afriana

Catatan Hati

Ini semua tentang hati yang selalu dirundung kesedihan
Ketika engkau tancapkan tombak keegoisan
Aku menangis dalam tawa
Aku berduka dalam diam
Saat tombak yang engkau tancapkan dengan ganasnya memangsa hidupku.

Baca Juga :   Senja di Pantai Hatimu Antologi Puisi Wandro Julio Haman

Bagimu, pengorbananku adalah sampah
Cinta ku adalah seenggok daging busuk
Ketulusan ku adalah ocehan
Dan perhatian ku adalah mimpi buruk.

Aku lelah tuk menjejaki hatimu
Penuh tanjakan dan kerikil-kerikil tajam yang menghadang.
Untuk apa aku ada bersamamu,
Bila hadirku kau anggap sebagai angin lalu?

Sayang
Biarkan aku sendiri dalam kehampaan ini
Menikmati cinta saat senja merapat pada gubuk hati yang rapuh.

(Ruteng, 19 Januari 2021)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button