Puisi

Panca Puisi Perjamuan

Oleh: Béllé Tubé

PERJAMUAN I

Berawal dari kisah ini
Ketika sandiwara dibahasakan
Di tengah kebingungan
Dan ketidakpercayaan mereka
Bahwa …
Inilah perjamuan terakhr

Ketiak tanda persaudaraan
Menyatukan kami
Kuedarkan kepada mereka
Hingga mereka pun tak sanggup
Menolaknya
Dan …
Berawal dari situ
Gelapnya dunia ini
Kubeli dengan darahku
Yang akan berakhir besok
Mengguncang bumi

PERJAMUAN II

Memang hargaku tak mahal
Berapa keping perak saja
Aku bisa disuruh berlutut
Oleh para bangsawan bumi

Memang hargaku tak mahal
Tawar menawar bebas
Antara asuhanku dengan para
Bangsawan bumi itu
Tak begitu makan waktu

Baca Juga :   Yang Terjadi Ketika Malam Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Tapi apa kataku
“Aku tak mau menolak anggur dari Bapaku”

PERJAMUAN III

Bukan mereka lupa membasu muka
Dan meminyaki kaki mereka tapi atas kehendakku
Sangkalan si batu karang pun
Tak menjadi alasan yang tepat

Kata si batu karang itu
Hanya mau menunjukkan
Betapa ia mengasihani aku
Tapi kenangan ini
Akan menjadi abadai
Bahakan dunia kiamat pun
Kelabu malam ini tetap kelabu

Aku telah membasu kakimu

Baca Juga :   Aku Masih Mencari Bayanganmu Antologi Puisi Paulus Lunga

PERJAMUAN IV

Memang malam ini
Harus berujung pada nyala api obor
Dan teriakan para hamba raja bangsa itu
Yang bersenjatakan
Kilatan panah dan pedang serta tombak
Dan menghunusnya di ujung mataku

Kisah ini pun
Terhalang oleh suatu sangkalan pembebasan diri
Saat si jago tertawa ria
Karena mengalahkan si batu karang
Yang tiga kali menyamar sebagai penjahat
Yang disergap oleh perempuan muda
Saat ia sedang mencari kehangatan jiwa
Namun ia tak sangkup
Untuk mengakui kuasaku
Sehingga ia harus menyangkal
Lalu pergi …

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Yonsi Pador

PERJAMUAN V

Namun kasihan…
Ia harus menyesal
Atas kedurhakaannya
Dan ia harus menangis

Dalam hatiku aku berkata;
“Air matamu telah mengampuni kedurhakaanmu”
Pulanglah hai si batu karang

(Béllé Tubé adalah nama pena dari Bernardus Tube Beding, lahir di desa nelayan tradisional, Lamalera-Lembata. Penulis adalah alumnus Program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Sekarang penulis menjadi pegiat literasi dan pengajar di Program Studi PBSI UNIKA Santu Paulus Ruteng)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button