Opini

Motivasi Belajar Di Masa Pandemi Covid-19

Fransiskus Rivaldo Santoso

Banera.id – Pandemi COVID-19 merupakan krisis kesehatan yang terjadi diseluruh dunia. Berbagai sektor yang menjadi korban dari pandemi ini salah satunya adalah bidang pendidikan. Akibat dari dampak pandemi tersebut pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan seluruh aktivitas pendidikan yang akhirnya membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi peserta didik yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan di lembaga pendidikan. Untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah meminta semua peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah. Hal ini sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia yang berkaitan dengan surat Nomor 4 tahun 2020 yang memuat tentang kebijakan proses pendidikan selama masa penyebaran virus corona (COVID-19).

Agar proses pendidikan di masa pandemi ini tidak berhenti begitu saja maka sesuai dengan kebijakan yang telah diberikan oleh pemerintah, kita sebagai peserta didik di minta untuk melaksanakan proses pendidikan dari rumah dan tidak menutup kemungkinan untuk tetap melaksanakan tugasnya sebagai peserta didik dengan mengikuti proses pendidikan lewat aplikasi daring seperti via WhatsApp, Zoom meeting, Google meet dan aplikasi online lainnya yang bisa mengakses pembelajaran.

Namun proses pembelajaran daring ini menimbulkan banyak kendala bagi peserta didik seperti fasilitas internet yang kurang baik, pembelajaran yang sulit dipahami, meningkatnya kuota yang harus di gunakan, pembelajaran yang kurang menarik serta memiliki tugas yang banyak. Hal inilah yang mendatangkan dampak menurunnya hasi belajar dari peserta didik selama masa pandemi ini. Oleh karena itu, motivasi belajar peserta didik di masa pandemi ini perlu mendapatkan perhatian yang serius dari pihak lain.

Baca Juga :   Nasib Sial Hidup Sekampung dengan Bupati Matim

Sebagaimana Brophy (2010),  menjelaskan bahwa motivasi adalah sebuah konstruksi teoritis untuk menjelaskan inisiasi, arah, intensitas, ketekunan, dan kualitas perilaku, terutama perilaku yang diarahkan pada tujuan. Motivasi memberikan dorongan untuk melakukan sebuah tindakan yang bertujuan untuk mencapai arah yang diinginkan baik dari segi aspek fisik maupun mental, sehingga aktivitas menjadi bagian yang sangat penting dalam meningkatkan motivasi.

Peserta didik yang memiliki motivasi belajar akan mampu menentukan tujuan dari proses pembelajaran yan g diikutinya (ormrod, 2008). Motivasi belajar merupakan sebuah penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar yang menarik dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar yang memberikan arah motivasi belajar mengajar, sehingga tujuan yang akan di kehendakai oleh peserta didik dapat tercapai.

Sadirman juga  menjelaskan bahwa motivasi belajar memegang peran penting dalam naik dan turunnya prestasi belajar. Hal inilah yang menuntut sekaligus akan menumbuhkan semangat belajar dari peserta didik. Oleh karena itu, di masa pandemi COVID-19 ini motivasi belajar ini sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar dari para peserta didik. Motivasi dapat mempengaruhi kita pada bagaimana kita belajar dan kapan kita akan melakukan proses belajar. Hal inilah yang menjelaskan bahwa peserta didik yang termotivasi belajar lebih cendrung melakukan kegiatan yang menantang, lebih aktif, menikmati proses kegiatan untuk lebih belajar, dan menunjukkan peningkatan hasil belajar serta tekun dan memiliki kreativitas. Selain itu juga, mampu menciptakan dan merancang lingkungan belajar yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Baca Juga :   Antropologi (Filosofi) Seni Tradisional Manggarai

Metode yang dapat dilakukan selama masa pandemi ini yang mampu menyenangkan yang mampu meningkatkan semangat belajar dari para peserta didik selama masa pandemi COVID-19  yang bisa dilaksanakan oleh para peserta didik adalah:

  1. Pendidik harus bisa membuat game yang menarik didalam bahan ajar yang sesuai dengan materi .

Dengan membuat hal ini peserta didik akan lebih termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran karena menurutnya hal ini dapat meningkatkan semangatnya.

  • Pendidik harus bisa membuat video yang menarik atau video kita sendiri didalam bahan ajar.

Dengan membuat hal seperti ini para peserta didik akan merasa proses pembelajaran yang sedang dihadapi itu seolah-olah dilakukan secara tatap muka.

  • Menggunakan media gambar yang menarik sehingga siswa tidak merasa bosan dalam mengerjakan tugas.

Dengan membuat hal-hal seperti ini peserta didik akan menumbuhkan rasa gairahnya untuk semangat mengerjakan tugasnya karena di dalam dirinya sangat tertarik dengan gambar yang ada.

  • Memberikan bahan ajar yang sesuai dengan materi pembelajaran.

Terkadang hal yang membuat peserta didik akan merasa bosan ketika para pengajar memberikan materi yang tidaka sesuai dengan bahan ajar. Oleh karena itu, diharapakan agar para pengajar mampu memberikan bahan pelajaran yang sesuai agar proses belajar dari peserta didik toidaka akan merasa terbelit-belit dan peserta didik juga dengan cepat mampu memahami pembelajarannya.

Baca Juga :   Pandemi dan Elitisme

Berdasarkan metode belajar serta berbagai motivasi belajar selama masa pandemi ini maka dapat disimpulkan bahwa proses belajar saat ini membutuhkan berbagai aspek ysng mampu meningkat motivasi belajar dari para peserta didik. Selain itu juga, pembelajaran selama masa pandemi ini menuntut agar di dalam diri memiliki keterampilan baik dari segi fisik maupun non fisik. Ketarampilan ini harus tumbuh dalam diri peserta didik agar mampu merancang cara belajar yang baik serta tidak menimbulkan kebosanan. Oleh karena itu metode belajar yang baik perlu diterapkan oleh para pendidik dalam meningkatkan motivasi belajar dari peserta didik.  Pandemi COVID-19 bukanlah sebuah hal yang bisa menghilangkan semangat belajar dari para peserta didik melainkan pandemi ini hanya menuntut para peserta didik untuk melaksanakan proses belajarnya yang tidak sama seperti sebelumnya. Pandemi ini membuat para peserta didik untuk melaksanakan segala aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan itu secara online di mana segala sesuatunya membutuhkan akses internet. Pembelajaran dengan menggunakan teknologi di zaman sekarang ini memang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan kita. Kemajuan teknologi memang memiliki pengaruh yang negatif dan positif, tetapi kita tidak bisa menghindari menghindari teknologi apalagi di masa pandemi corona ini. Dengan adanya pandemi corona ini membuat kita mampu berpikir bagaimana proses pembelajaran yang berlangsung dengan metode yang bisa menyenangkan siswa tanpa adanya tatap muka.

“Penulis Mahasiswa UNIKA Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia”

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button