cerpen

Menanti Kematian

Ekhing Patir_96

Banera.id Dalam ruangan yang sempit dan di balik perkasanya jeruji besi, seorang lelaki kurus yang wajahnya tak tampak di bawah teduhnya sinar bulan yang menembus melalui fentilasi kecil di atasnya. Ia hanya mampu tertunduk lesu. Tertunduk untuk menanti hari kematian. Hidupnya seperti tak ada harapan dan memang ia tak memiliki harapan lagi. Dalam hatinya hanya terpatri penyesalan dan tak mampu lagi memaafkan dirinya sendiri. Ia pun hanya pasrah pada keadaan ini. Hari-harinya pun selalu dihantui oleh bayangan istri dan anaknya yang telah pergi dan tak akan kembali lagi.

Baca Juga :   Frater. Salahkah Aku mencintaimu ?

Tentara dari negeri asing terus melakukan serangan yang tanpa ampun di negeri ini. Semua orang dibuatnya cemas dan takut. Tentara yang tak kasat mata ini tak ampun-ampunnya membunuh manusia. Dari hari ke hari pasukan tentara (virus Corona) terus membombardir negeri ini. Ya serangan yang mematikan itu tak bisa dibendungi bahkan manusia tak berkutik sedikitpun, tak ada perlawanan. Delapan bulan setelah darurat corona diumumkan Lukas hanya menatap kosong foto istrinya yang tak lagi berada di sampingnya. Sebulan lalu ia telah mendahului Lukas menghadap Sang Pemberi Kehidupan. Bukan hanya rasa sedih dan pilu yang dirasakannya, namun tekanan batin menghampirinya seiring kematian istrinya. Bukan hiburan yang ia rasakan melainkan keterkucilan karena istrinya dituduh mati karena virus Corona. Tak ada yang menghibur, Lukas benar-benar mengahadapinya sendirian bahkan anak gadisnya pun hanya tinggal diam dan tak berdaya menghadapi kenyataan pahit ini. 

Baca Juga :   Merawat Jalan Sunyi

Kebahagiaan hanyalah sebuah kenangan manis selepas istrinya pergi. Tak ada lagi kebahagiaan, yang ada hanyalah kekacauan dan kebencian yang kini selalu menghiasi hidup Lukas dan Amel, putri semata wayangnya. Pagi hari ini setelah mentari menampakkan sinarnya, masalah  ini pun muncul dari berbagai arah yang akan dihadapi Lukas.

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button