Opini

Membangun Integritas dan Dedikasi Organisasi Mahasiswa

Di tengah aneka dinamika sosial dan tantangan zaman ini, pilihan seorang mahasiswa yang ideal  mesti dipertanggungjawabkan dengan cara menjaga kualitas dan integritas diri sebagai seorang mahasiswa.

Organisasi mahasiwa merupakan wadah yang sangat memadai bagi pembinaan mahasiswa dalam pengembangan, serta pembentukan suara hati yang bertanggungjawab.

Dalam organisasi, mahasiswa dilatih untuk menghargai keputusan yang diambil bersama dalam menentukan pilihan hidup yang lebih bertanggungjawab.

Baca Juga : Manggarai Timur Rumah Kita Bersama
Baca Juga : Hutan Manja Antologi Puisi Ardhi Ridwansyah

Melalui organisasi mahasiswa menuangkan ide dan mengembangkan wawasannya dalam menyumbangkan gagasan yang bermanfaat demi pembangunan, serta pelayanan masyarakat.

Dalam organisasi, mahasiswa membina kepekaan suara hati untuk terlibat dalam masalah-masalah sosial yang dihadapinya.

Mengingat jiwa dan semangat mahasiswa sebagai kaum intelektual, wadah organisasi kepemudaan sangat membantu pembinaan dan pembentukan suara hati yang bebas dan bertanggung jawab.

Di Indonesia, banyak organisasi mahasiswa kepemudaan yang bertujuan untuk membina mental dan suara hati bagi mahasiswa. Aneka kelompok, baik formal maupun informal dapat membantu kaum mahasiswa dalam membina dirinya, baik itu mengenai pendidikan nilai atau pembinaan suara hati yang dewasa.

 Pentingnya Dedikasi bagi Mahasiswa

Mahasiswa memiliki peran penting dalam masyarakat yaitu; pertama, peran moral gerakan mahasiswa sejatinya adalah mengembangkan amanah yang penuh dengan keteladanan dalam membangun gerakan moral.

 Kedua, peran sosial hati nurani mahasiswa haruslah selalu menumbuhkan kesepakatan sosial dalam menyikapi keadaan di lingkungan sekelilingnya.

Baca Juga : Jangan Terhanyut Dalam Euforia Kemenangan
Baca Juga : PEREMPUAN: Kewajiban Keadaban Bersama

Ketiga, peran ademik/intelektual. Mahasiswa mampu menyeimbangkan antara organisasi dan akademik, mahasiswa adalah ilmuwan. Untuk membangun kekuatan keilmuannya, mahasiswa harus menguasasi bidang-bidang tertentu meningkatkan kepakaran yang kelak akan menjadi profesi atau pengembangan ilmu yang nantinya mampu diterapkan dalam kemajuan bangsanya.

 Keempat, peran politik. Mahasiswa harus mengetahui politik dalam arti gerakan mahasiswa. Politik mahasiswa yang dimainkan yaitu untuk menekan pemerintah yang lazim dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat. Disini potensi mahasiswa adalah independen dan tetap mengedepankan idealisme.[1]

Mahasiswa  yang Berintegritas

            Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Integritas berarti mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.[2]  Integritas ditandai dengan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan.

Ada berbagai sikap yang menunjukkan ciri kepribadian yang berintegritas antara lain tanggung jawab, jujur, konsisten, benar dan bermoral baik. Aspek penting dari pribadi yang berintegritas adalah kontrol diri.

Baca Juga :   Covid-19 dan Urgensitas Pertobatan Kaum Kristiani

Baca Juga : Mengencani rindu hingga mampus di atas ranjang
Baca Juga : Hilangnya mendung di langit rumah

            Menurut Avereil seperti yang dikutip oleh M. Gufron dan Rina Risnawati, adalah tiga jenis kontrol diri yang membawa keutuhan dalam kepribadian seseorang.

Pertama, kontrol prilaku. Kontrol prilaku merupakan kesepian diri untuk merespon suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kemampuan untuk mengontrol prilaku mencakup komponen mengatur pelaksanaan dan memodifikasi stimulus.

Kedua, kontrol kognitif. Kemampuan kognitif merpupakan kemampuan individu dalam mengelola informasi dan melakukan penilaian.

Baca Juga : Sajak Calon Jenazah Antologi Puisi Wandro J. Haman
Baca Juga : Frater. Salahkah Aku mencintaimu ?

Ketiga, mengontrol keputusan. Mengontrol keputusan merupakan kemampuan seorang memiliki hasil atau suatu tindakan berdasarkan pada suatu yang diyakini atau disetujui. Kontrol dari dalam diri akan berfungsi baik jika kebebasan.[3]

 Kesimpulan pribadi yang berintegritas adalah pribadi yang utuh, bertanggung jawab, dapat dipercaya, memiliki kontrol terhadap diri, konsisten, bermoral baik, dan kesesuaian antara perkataan dan tindakan.

Para mahasiswa zaman sekarang juga harus memiliki integritas pribadi dimana amatlah urgen dibutuhkan lantaran kehidupan mahasiswa zaman sekrang tenggelam dalam rutinitas kuliah dan berusaha memperoleh nilai yang tidak jujur.

Tentu hal ini bertolak belakang dengan sikap integritas seorang mahasiswa itu sendiri. Seorang mahasiswa yang berintegritas memandang kuliah bukan hanya rutinitas melainkan sebuah tugas dan tanggung jawab. Hal ini ditekankan oleh Eko Presetyo yang mengatakan bahwa kuliah tidak hanya berambisi mendapatkan ilmu melainkan berani mengubah dan mengkomunikasikan. Pada sisi inilah kuliah berarti melepaskan belenggu mental priyayi dan diganti dengan mental petarung. Mental priyayi telah melahirkan generasi yang bermutu parasit dengan kemampuan merampok harta rakyatnya sendiri.

Baca Juga : Jangan Dibaca Antologi Puisi Maxi L Sawung
Baca Juga : Kado Imamat

Krisis integritas diri para mahasiswa zaman sekarang harus segera disadari.

Selain itu mahasiswa harus menumbuhkan sikap tanggung jawab, jujur, konsisten dan dapat dipercaya. Mahasiswa zaman sekarang juga harus menyatukan kata-kata dan perbuatan.

Mahasiswa tidak sekedar tampil untuk berbicara dan berdemo melainkan juga bisa menunjukan teladan yang baik dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, integritas diri amatlah penting untuk dihidupkan. Integritas diri mahasiswa berkaitan dengan keutuhan dengan dirinya dalam menjalankan perannya sebagai agen perubahan dalam masyarakat.

Baca Juga :   Kejanggalan Omnibus Law dan Master Sun

Integritas diri mahasiswa mempunyai banyak manfaat positif bagi perkembangan diri maupun peran mahasiswa dalam kehidupan masyarakat. Seorang mahasiswa yang berintegritas selalu menampilkan kejujuran.

Perkataan dan tindakan yang jujur dapat dilihat dari sikap praktisnya ketika di kampus. Misalnya tidak melakukan palgiat atau menyontek saat ujian. Selain itu integritas diri dapat membentuk citra diri yang positif. Citra diri ini tentunya diperoleh dari penilaian banyak orang yang sudah menaruh sikap percaya kepada diri mahasiswa.

Integritas diri juga sangat bermanfaat bagi pengembangan intelektual dan emosional.

Integritas diri dapat mempengaruhi kemampuan intelektual dalam menganalisa dan berpikir komprehensif.

Selain itu mahasiswa semakin mampu mengembangkan sikap kritis dan rasional. Kemampuan intelektual yang baik memungkinkan mahasiswa mengikuti tuntutan akademis di perguruan tinggi dengan baik dan jujur.

Menfaat secara emosional diri pribadi yang berintegritas yakni seseorang mahasiswa memiliki sikap empati, simpati, solidaritas tinggi, konsisten, rajin dan bermoral baik.

Integritas Bagi Mahasiswa

Integritas diri dapat diartikan sebagai wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa.

Kaburnya kedudukan Pancasila dan melemahnya sanksi hukum yang merupakan bentuk perwujudan yang paling jelas dari kekuasaan Negara dalam pelaksanaan kewajiban yang kurang memadai dalam penghentian perbuatan korupsi.

 Satu hal yang perlu ditanamkan dalam diri setiap orang khususnya mahasiswa saat ini adalah adanya sikap integritas.

Baca Juga : Senja itu kau menawarkan ribuan kata
Baca Juga : Liku – Liku Politik Menuju Revolusi

Integritas pada setiap diri pemuda yang sungguh mempunyai hati untuk mengubah bangsa dan Negara ini.

Pemangkasan birokrasi ataupun restrukturisasi birokrasi juga sudah tidak menjamin adanya perubahan untuk bangsa ini. Seperti yang dikatakan Ir. Soekarno “Berikan saya sepuluh pemuda, maka saya akan mengguncang dunia”, Pemuda disini digambarkan sebagai sosok yang “pemberani” dan “pendobrak” tembok hitam yang selama ini telah dijaga oleh birokrat-birokrat.

 Pemuda yang memiliki pikiran yang pro akan Indonesia dan yang takut akan Tuhan dalam setiap langkahnya untuk melakukan perubahan terhadap Indonesia.

Disini mahasiswa bukan berarti harus menjadi bagian dari penguasa negri ini. Memang, salah satu untuk mengubah Indonesia adalah dengan cara masuk ke pemerintahan dengan idealisme tinggi dan membawa cita-cita perubahan dan menjadi sikap integritas sebagai penopang dalam perjalanan bangsa ini.

Perlu diakui untuk menjadi pribadi berntegritas itu tidak mudah dan tidak banyak pula diantara merekayang mampu menjadi seorang yang berintegritas apalagi jika ini harus dikategorikan kepada mahasiswa, yang masih mudah tergoyahkan dengan lingkungannya. Setiap mahasiswa perlu memiliki integritas yang tinggi pada dirinya, karena hal ini akan berpengaruh untuk masa depan mereka.

Baca Juga :   Divina Commedia: Grazie Dantev (700 tahun Dante Aleghieri)

 Integritas dapat diartikan sebagai mutu, lalu bagaimana cara menjadi mahasiswa yang bermutu atau berintegritas?

Perlu adanya proses pembelajaran, proses ini bisa mereka dapatkan saat menggayuh lautan ilmu dibangku perkuliahan, aktif berdiskusi, aktif menjawab pertanyaan dosen, memperhatikan pelajaran yang diberikan dosen, tidak menyontek, mampu memahami pelajaran dengan baik, tidak putus asa dalam belajar, disertai sifat sopan dan santun kepada dosen merupakan hal yang harus dilatih untuk menjadi seorang mahasiswa yangt berintegritas.

Mahasiswa dapat dikatakan berintegritas apabila mereka dapat mengembangkan ilmu yang mereka dapat dengan baik, perlu adanya penanaman niat yang dalam pada diri mahasiswa dengan cara memandang diri mereka dimasa yang akan datang, apakah akan menjadi orang yang berguna atau tidak dengan bekal yang mereka cari semasa bangku perkuliahan.

Menjadi mahasiswa yang berintegritas itu penting, disamping itu kedudukan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa menjadikan mahasiswa seperti busur panah yang harus diarahkan dari kejauhan untuk mencapai visi sebuah negara.

Mahasiswa harus pandai melihat masa depan, mahasiswa harus pandai menyeimbangkan persaingan, karena di era modern saat ini negara butuh orang kreatif, orang yang mau bertindak, dan mampu berbagi.

Mahasiswa juga harus memiliki semangat dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama, ini akan mejadi proses terakhir terbentuknya mahasiswa yang berintegritas, apa yang mahasiswa dapatkan selama bangku perkuliahan harus bermanfaat untuk orang banyak, oleh karena itu jiwa tolong menolong merupakan bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa berintegritas.

Sifat ini akan mereka dapatkan saat mereka mengikuti berbagai kegiatan baik kepanitiaan dan organisasi.

Mahasiswa yang berorganisasi akan menjadi lebih peka terhadap masalah, akan lebih kritis, dan lebih teratur pemikirannya, sehingga apa yang jadi pemikiran mereka layak diterapkan di lingkungan bermasyarakat.


[1] Ketetapan Kongres Nasionl dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXVII PMKRI Sancus Thomas Aquinas, tahun 2013.

[2]  Desy Anwar, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Surabaya: Amalia, 2003), hlm. 189.

[3] Muhammad Nur Ghufon dan Rini Risnawati, Teori-Teori Psikologis  (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011), hlm. 29-30

Penulis Mahasiswa Awam STFK Ledalero

Ketua Ikatan Mahasiswa Manggarai-Maumere (IMAMM)

Anggota PMKRI Cab. Maumere

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button