cerpen

Matinya Veronika

Penulis | Chan Setu

“Mau sekolah tinggi-tinggi, tetap saja nanti urus dapur dengan segala pernak-pernik periuk, dandang dan hal-hal remeh-temeh di dapur.”

Sebagai anak perempuan tunggal yang hidup di tengah keluarga yang taat adat, Veronika tak pernah benar-benar mengerti tentang masa depannya. Kedua orangtuanya selalu memberi batasan ruang gerak baginya. Apalagi di kampung kelahirannya adat selalu mendominasi rutinitas harian hidup mereka. Terlebih status anak perempuan di dalam keluarga.

Baca Juga :   Hilangnya mendung di langit rumah

Di kampungnya di Pemonago, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, kebanyakan laki-laki tidak pernah menggubris pembicaraan para wanita. Bagi mereka perempuan tidak memiliki tempat di depan. Kekuatan adat yang kental dengan tradisi dan kebiasaan yang keras, membuat kaum hawa selalu ditempatkan di belakang dalam rutinitasnya dengan tungku-tungku api.

Baca juga Juli dan Kenangan

Setiap kali ada kelahiran, ibu-ibu penuh dengan kecemasan. Cemas melahirkan seorang bayi perempuan. Bagi mereka dan keluarga mereka anak perempuan hanya menjadi simbol pelengkap penyerta atau yang dalam bahasa Ende-Lio disebut “pati benu mbola” dan saling melengkapi (to’o dowa mbana sama).

Baca Juga :   Sore Nanti, Kita ke Pantai

Laki-laki selalu dinilai dengan kaca mata yang berbeda. Di dalam adat, laki-laki dinilai memiliki kecerdasan yang melampaui perempuan. Sehingga berbagai keputusan selalu ditarik dari kesimpulan pembicaraan laki-laki. Setiap perempuan yang diberi kesempatan berbicara selalu diragukan kebenarannya oleh kaum laki-laki. Oleh karena itu, sekalipun perempuan memiliki pengetahuan yang lebih bahkan sekalipun sekolah tinggi-tinggi tetap saja dihadapan adat perempuan hanya menjadi simbol pelengkap dan penyerta. Apa dan bagaimana pembicaraan di dalam adat, perempuan hanya bisa mengikuti saja tanpa diberi kesempatan untuk protes apalagi tanggapan ketidakpuasan.

Baca Juga :   Maukah Engkau Menghapus Bekas di Bibirku
1 2 3 4 5Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button