Puisi

Kumpulan Puisi Diandra Caecilya

Ada di antara jarak dan waktu
Ada bersama di detik yang tertahan
Padamu pemilik segala harap.
Kiranya inginmu terjabarkan

Diandra Caecilya

Rindu Yang Terlarang

Semburat jingga memeluk lembut
Menari tarian rindu di pelupuk mata.
Sapaan angin halus menyapa
Tersentak hati ingatkan lara.
Adakah kau tau

Bahwa tangisan jiwa memaku asta
Cinta yang tanpa alasan dan menembus batas
Seperti cintaku yang berbau surga.
Dan rayuan manismu serasa neraka.
Sang sabda ampuni aku
jika mencintainya adalah khilaf dalam hidupku.

Baca Juga Kumpulan Puisi Yohan Lejap

Aku dan Kamu

Baca Juga :   Antologi Puisi Banera.id ( Spesial Hari Puisi Sedunia )

Ada di antara jarak dan waktu
Ada bersama di detik yang tertahan
Begitu dekat tak bersekat
Saling memiliki tanpa batas
Di setiap tiupan angin yang berhembus, disitulah ada aku dan kamu.
Bersama semilir angin yang dingin dan aku pun ingin
Inginku inginmu bertemu di sudut rindu
Yang dengan malu malu menggenggam rindu
Bertukar pandang dengan tatapan, tanpa suara tapi meluapkan beribu bahasa
Yang hanya ingin saling menyapa di alam pikiran kita
Penuh harap penuh pinta

Baca Juga Kumpulan Puisi Lusia Y. Meme

Doa dalam Kesunyian

Baca Juga :   Puisi-Puisi Gust Kn

Padamu penghuni sepi
Arungi lautan setia dengan kepasrahan
Tapaki jalan menuju pusara waktu.
Padamu pemilik segala harap.
Kiranya inginmu terjabarkan
Padamu pemilik segala doa
Semoga aminmu menjadi segala amin yang terangkat ke pemiliknya semesta, dan memelukmu dalam berkat yang tak akan pernah tertunda.
(Wonogiri, 19 November 2020)

Baca Juga Perpisahan Itu Menyesakkan, Bukan?

Diandra Caecilya (Foto/Dokpri)


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button