Puisi

Kumpulan Puisi Alexander Wande Wegha

Sabda Hidup

Waktu berarak mengemis sajadah
Dengan menyisahkan noktah bahagia
Pada bibir penyambung lidah dan kata untuk bercinta
Di tengah bianglala penanti kemakmuran

Berlahan-lahan pandu mengembara
Bersama segumpal kata dan seikat harapan
Menanti tuan menjamu kurban bakaran
Bagi nama penanti bahagia

Baca Juga Kumpulan Puisi-Puisi Yohanes Mau

Guyuran kata mencrat tak kenal letih
Sejadinya menempel pada tabung penyalur kata
Bagi debu yang di kemas jadi rupa
Mengendap lalu meresap pada dinding sukma

Sekali-kali kata berlebur pada kebiasaan
Menyatu, mengakar lalu mekar jadi luar biasa
Dengan tingkah dan zikir yang bercinta
Sebelum ziarah di curi waktu
Untuk menghitung hutang-hutang rahasia.

(Scalabrinian Nita, 4 September 2020)

Baca Juga Serdadu di Balik Bangku

Anak Domba

Baca Juga :   Kepada Senja

Menangis bagi darah yang tercecer di tengah jalan bukan waktunya
untukmu penyimpan khilaf jadi musiman.
Tampa meranggas seperti daun yang patut
Bahwa mencium bumi sudah jadi takdir

Lintasan domba bukan arena balapan bagimu
Bercengkrama dengan bisa tak habis tuntas
Pada bilik akal yang sumringah
Bercinta tapi tanamkan kebencian

Domba lebih putih dari baju zirahmu kawan
Yang kau pakai tak kenal muzim
Mengikat dan sarungkan kekejaman pada saku-sakunya
Bagi dia dan mereka yang tinggal pada gubuk makanan ngengat

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Sari Yovita

Domba sudah puas berziarah
Di tengah ilalang dan kerikil tajam debu tanah
Yang lupa mengucapkan zikir pada Ada
Tak temu tentram di balik ketaktahuan.

(Scalabrinian Nita, 7 September 2020)

Baca Juga Puisi-Puisi Defri Noksi Sae

Aku

Dari debu dan napas Ada
Meriap lalu menetas
aku di tengah semesta
tempat segala lara dan riang bergema

Baca Juga :   Jumat Agung Antologi Puisi Herman Nufa

Hanya aku seperti Ada
Pemahat aku dari rupa-Nya.

Selanjutnya, selesai belum ku kenal
Sejak bersuara lalu hening
Entahlah, itu milik-Mu.
Ku tau hanya aku dari-Mu.

(Scalabrinian Nita, 6 September 2020)


Alexander Wande Wegha (Foto/Dokpri)

Penulis kelahiran  Rowombojo, 22 Januari 1998. Penulis biasa menulis puisi dan cerpen di berbagai media cetak dan online. Sekarang sedang menempuh pendidikan di STFK Ledalero -Maumere, dan berdiam di rumah pembinaan Scalabrinian-Nita


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button