Puisi

Kenikmatan Asap Yang Sesat Antologi Puisi Bonefasius Zanda

Kenikmatan Asap Yang Sesat

Segumpal asal mengepul
Menari di atas kemarau hati
Yang setia menanti rindu
Tak peduli pada riak hati yang pedih
Lahirlah tangisan
Pada selembar rindu dalam angan
Namun lenyap dalam kenikmatan sesat

(Bajawa, 2021)

Baca Juga : Tahan, Tuhan Antologi Puisi Indrha Gamur
Baca Juga : Kembali

Benalu Sialan

Ketika gerimis senja menetes musim politik
manusia berparas lembuh yang pura-pura dungu
datang meminta simpati pada hati orang-orang kecil.

Ketika secercah pagi yang paling indah menyelimuti hati
tiba-tiba manusia berparas benalu hadir
menghisap habis merahnya hati yang pernah memberinya kasih yang paling tulus

Baca Juga :   Doamu Mantra Pelindung Antologi Puisi Veer Lado

Seketika suara serak nenek tua tak berdaya terdengar dari pintu gubuk tua: “Benalu sialan, lenyaplah kau dari musim politik.”

(Bokua, 2021)

Baca Juga : Jalan Panjang, Antologi Puisi Wandro Julio Haman
Baca Juga : Perasaan Tumbuh Dengan Cacat Antologi Puisi Alfa Edison Missa

Kebun yang Melahirkan Aturan Karet

Di pagi hari yang belum cerah
seekor burung pipit bersiul indah mengarahkan langkahku menuju kebun karet

Baca Juga :   Kita dan Kuasanya-Nya Antologi Puisi Verr Lado

Buru-buru aku berlangkah seribu.
Dari kejauhan mataku melihat karet pada tangan seorang pejabat berdasi emas.

Aku tahu isi hatinya busuk.
Ia sedang membuat banyak jerat
ancaman bagi setiap hati
yang punya harap
merebahkan kepala pada kebun karet

Dalam hening
tiba-tiba datang tiupan angin lembut
berbalut kasih.
Berbisik takut pada telingaku: “Kebun karet itu ada rumah-rumah terbuat dari emas. Hunian indah para pejabat negara. Mereka sibuk bikin koridor karet.”

Baca Juga :   SELEPAS SENJA PERGI [Puisi-puisi Filbertus Sarigosa ]

Seketika batok kepalaku jadi sadar.
Nyatanya aturan karet lahirkan banyak duit
dari saku-saku kumal rakyat jelata
masuk saku terbuat dari emas.

Aturan karet lahirkan ribuan air mata darah orang-orang kumal
jadi lautan pada tanah gersang.

Aturan karet adalah rumah hidup berbagai kisah romantis
kaum berdasi dan kaum berpangkat pada pundak berbentuk batu.
Mereka menyantap makanan lezat sambil nonton sinetron cinta.

(Bajawa, 2020)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button