cerpen

Karya-Karya SMP Negeri 4 Lembor (2)

Ilustrasi: kliping sastra

KISAH KLASIK

Oleh: Tely

Kelahiran adalah takdir. Dahulu lahirlah seorang anak di satu desa yang sangat sepi. Tepatnya tanggal 09 Agustus 2005, keluarga kami kehadiran seorang anggota baru pewaris keluarga. Meskipun dengan kehidupan yang serba berkekurangan tapi kami bahagia dan intinya selalu mensyukuri setiap ritme kehidupan dari sang pencipta.

Hari demi hari berganti, begitupun juga tahun, aku tumbuh menjadi gadis remaja yang berbakti sama orang tua karena aku tau bahwa aku anak yang paling sederhana.

Pada suatu hari sekolahku mengadakan kegiatan pramuka di Buruk, aku dan teman-teman ikut ke sana, sampai di sana (kampung Buruk) banyak sekolah yang mengikuti kegiatan dan itu terlihat semua sibuk dengan kegiatan tersebut sehingga situasinya sangatlah ramai. Di sana kami tinggal selama 3 hari, dan menurut aku waktu tersebut tidaklah cukup untuk situasi yang serba ramai dan menarik tersebut. Tapi apa boleh dikata, 3 hari merupakan waktu yang sudah ditentukan, intinya semua terlihat bahagia.

Baca Juga :   Tatap Muka

MIMPI BURUK

Oleh: Aidat

Kepalaku pening ! aku membaca lagi soal-soal yang di hadapanku tetapi tidak bisa! Jawaban dari soal ini tetap tidak ada!. Akhirnya aku mempunyai niat untuk berdoa dan pasrah sepenuhnya kepada Tuhan, dan memantapkan hati “Tuhan pasti mengabulkan doa hamba-Nya” (hahahaha,,cari Tuhan saat butuh doang).

Aku menutupkan mataku perlahan, kemudian berguman pelan.
“Ya Tuhan aku yakin pasti engkau mengabulkan doa hambamu, karena itu adalah janji-Mu dan perintah-Mu agar semua hamba-Mu berdoa“, lirihku dalam hati. Sekarang aku benar-benar memohon pertolongan-Mu.

Tolonglah aku Tuhan. Berilah aku petunjuk agar bisa mengerjakan soal ini. Sungguh usaha kulakukan tetap saja tidak bisa! Aku ingin nilai yang tinggi agar aku bisa juara! Berilah petunjuk dan pertolonganmu, amin.

Baca Juga :   Spermaku Tumpah Sebelum Kita Direstu

Setelah selesai berdoa aku menunggu balasan dari Tuhan, yakin bahwa Tuhan pasti membuka jalan. Tapi yang di tunggu belum juga datang (konyol coy, mana ada kayak gitu) Tidak ada lemparan jawaban dari atas. Tidak ada juga jawaban yang bisa ku intip. Aku mulai ketakutan, bagaimana bisa kepalaku terasa kosong? Kalau tahu aku seperti ini lebih baik aku tidak mengikuti lomba ilmu pengetahuan sosial. Lebih baik mengikuti lomba bahasa Indonesia yang sudah aku pelajari 6 tahun di sekolah dasar.

STRONG GIRL

Oleh: Nengsi

Dahulu lahirlah seorang anak di sebuah desa yang sangat sepi, tepatnya tanggal 14 oktober 2005.

Baca Juga :   Mengembalikan Ingatan

Hay,,,perkenalkan namaku Nengsi. Sekarang usiaku 15 tahun (udah gede ya,,). Aku orangnya berani lho? Berani dalam masalah apapun, meskipun begitu, teman-teman aku bilang kalau aku tuh ngak berani ,,,hehehe.

Tapi suatu saat akan aku buktikan kepada kalian emang aku benar-benar pemberani. Pada suatu hari kelas 8 dan kelas 9 bertengkar, tak satupun orang yang berani menyelesaikan masalah itu dengan baik. Tapi hatiku selalu berkata kamu harus menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, aku pun berani dan bisa menyelesaikan masalah itu dengan bijak. Teman-teman bengong melihat aku dan barulah mereka menyadari emang aku adalah pemberani.

Senang dengan keberanianku dan mereka ingin seperti aku. Beberapa sahabatku bilang kalau hidup itu butuh keberanian seperti Nengsi. Cieeehh…songong nih,,,

*Nantikan Karya-karya berikutnya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Periksa Juga
Close
Back to top button