Puisi

Isyarat Sang Senja Antologi Puisi Margaretha Wahyuni Rosari

Titipan Rindu

Ada titipan rindu dari empunya pesona
Tentang hampa yang telah hengkang
Mengusik kelam hingga ingin beranjak
Berawal semu bertemu tenteram

Menata setiap alur cerita
Dari titipan rindu yang menenangkan
Butuh ruang rindu yang berkelas
Untuk sekadar melerainya

Peleraian akan abadi
Apabila tamunya adalah kamu
Menjamu ragu tak berbahaya
Cukup sekian harapku

Cukup tatap yang aku titip
Pada kamu yang kuanggap rumah
Rinduku, tenang ini sementara
Tak lagi semu jika ada temu

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Titin Hormat

Baca juga Perempuan Tuanku Antologi Puisi Ingrida Astuti Lestari

Isyarat Sang Senja

Senja telah bergeming
Mengisyaratkan lewat cahaya jingganya
Seakan meminta tuan untuk tenang
Tentang puan yang mempesona

Berharap rasa akan lama
Tentang kasih tanpa pamrih
Akan awet jika terawat
Tanpa cacat yang meradang

Senja akan setia menemani
Untuk setiap tapak kisah dan kasih
Yang terlalu bergelora
Pasti terbingkai seiring zaman
Pada kanvas sang kenang

Baca Juga :   Penyairku Sedang Gundah Antologi Puisi Wandro J. Haman

Baca juga Tak Bisa Membohongi Rasa

Pulang

Rasa yang kian meradang akan reda
Ampuh bila bertemu
Untuk relung yang masih peluh
Tenang, aku telah pulang

Menata kembali yang hampi punah
Untuk kanvas yang masih aman
Akan berwarna jika berpena
Tetap tenteram jika bermakna

Pulang bukan kegagalan
Pulang adalah bentuk cinta
Untuk hangatnya tungku bunda
Menjamu rindu yang menenangkan

Baca Juga :   Yang Terjadi Ketika Malam Antologi Puisi Maxi L. Sawung

Untuk kisah di tempat lama
Bukan pula aku lupa
Aku hanya pulang
Aku rindu asap tungku bunda

Baca juga Aku Mencintainya dalam Diam

Margaretha Wahyuni Rosari (Foto/Dokpri)

Penulis sedang menempuh pendidikan di UNIKA St. Paulus Ruteng, Program Studi PBSI


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button