Puisi

Hanya Ibu yang paling tahu Antologi Puisi Yonaz Don Bosco

Kuakui…

Bahwa harum cinta ibu adalah mahkota dari segala bunga segar dalam taman

Yonaz Don Bosco

Sepulangnya raga dari kelamnya malam
Aku tuai asa karena semerbaknya aroma sedap malam
Langkah terpingkal, kecewa tak menemukan cinta yang sempurna

Fajar merah memburat dengan mesra
Salam sapa ibu tampak hangat sehangat mentari pagi.
Bahasanya sejuk bak embun yang menyelimuti dedaunan hijau…

Ia berkata sembari memberi senyum khasnya;
Apa yang engkau cari sehingga pergi ketika malam, nak?
Bila engkau ingin belajar tentang cinta, tanyalah ayah, ia tak pernah berpacaran tetapi mendapatkan cinta yang sempurna oleh karena doa-doanya kepada Tuhan.

Baca Juga :   Perempuan Tuanku Antologi Puisi Ingrida Astuti Lestari

Ibu…
Adalah cinta paling nyata yang aku kenal.
Selain Tuhan,
Dialah yang paling tahu segala kesusahan anaknya

Baca Juga : Perempuan dan Kopi Antologi Puisi Afriana
Baca Juga : Covid-19 dan Urgensitas Pertobatan Kaum Kristiani

Ibu; Adalah Cinta

Kuakui…
Bahwa harum cinta ibu adalah mahkota dari segala bunga segar dalam taman

Partikel penyusunnya adalah untaian doa penuh cahaya
Biar anaknya sadar ketika menempuh kegelapan malam untuk mencari fajar dalam setiap doanya

Baca Juga : Manisfestasi Manusia Sebagai Makhluk Citra Allah
Baca Juga : Taat dan Patut Antologi Puisi Alfa Edison Missa

Rahasia Kecantikan Ibu

Kecantikan ibu tak pernah luntur
Walau mulus tubuhnya direnggut keriput.

Baca Juga :   Puisi-Puisi Diana Multi

Aku baru tahu;
Rahasia kecantikan ibu memang bukan hanya pada kemolekan raga
Tetapi memiliki hati yang mulia untuk membimbing dan mengajar anak-anak agar mampu menjadi penyalur berkat dalam dunia.

Baca Juga : Berdamai dengan Hati Antologi Puisi Maria Grasela
Baca Juga : Gerakan Literasi Versus Gerakan ‘Mengemis’

Nasihat Ibu Kepada Anaknya Lelaki

Ibu sekali-kali memberi nasihat;
Sejatinya…
Puan bermahkota sederhana adalah pelabuhan terbaik untuk destinasi cinta, nak…

Bila engkau menemukannya,
Engkau mendapat bahagia yang tiada tara.
Dan janganlah engkau paksakan untuk ia memberikan kepadamu lebih daripada itu
Karena…
Sejatinya cinta adalah menerima segalanya, termasuk hal-hal sederhana yang dia berikan.

Baca Juga :   Cinta-Antologi Puisi Venand Samudin

Kini aku mengerti
Dan sangat tahu.
Ibu tak ingin anaknya lelaki, pergi melampias hasrat raga kala malam.
Sebab, bila begitu, demikianlah kelam menghinggap dada melipur lara dan kecewa.

Kupang, 10-12 Juni 2021

Baca Juga : Coretan Dalam Rasa Antologi Puisi Alfa Edison Missa
Baca Juga : Mengulas Penetapan Label KKB “Teroris” di Papua

Tentang penulis:
Penulis bernama Yonaz Don Bosco, berasal dari kampung Bala kecamatan Poco Ranaka Timur (sekarang Lamba Leda Timur). Mahasiswa UNWIRA Kupang semester IV Pendidikan Biologi. Tulisannya sering dimuat di akun Facebook Rinai Aksara YDB .

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button