Puisi

Duapuluh Sembilan November

Kristiani, aku ingin tidur lebih lama di atas dadamu, menghabiskan malam berdua, hingga kita menghirup aroma pagi. Kau pagiku yang seksi.

Selamat ulang tahun,

(Indrha Gamur)

Duapuluh sembilan November

Duapuluh sembilan November
Aku merayunya dengan hujan di luar kamar
Dan segudang dosa suram
Melipatnya dalam rangkaian doa
Lalu menaruhnya pada laci jantung

Sore itu, awan diselimuti kabut tebal.
Sejenak mendekam dalam diam
Merenung, melahap segala ingatan yang masih segar, perihal rumah dan segala isinya.

Pada saat yang sama, kadang sulit membedakan mana hujan mana rindu
Derasnya sama,
Sengaja aku menulis ini untuk tubuh yang sedang lengah dari rayuan maut air mata.

Menghitung waktu saja tak cukup
Untuk merapal kenangan dengan kata-kata.
Aku memandang langit kamar
Dan mulai menyetubuhi puisi satu persatu.

Andai rangkaian syair sampai di tangan, ibu
Maka sempurnalah hari bahagia ini
Namun, sayang jarak masih mencaci kita, Bu

Terakhir aku ingin mengatakan kepadamu semesta
Bahagiakan mereka yang menjadi milikku.
Aku mengasihi mereka.

Baca Juga :   Gerimis di Luar Semakin Liar Antologi Puisi Onsi GN

(Surabaya, November 2020)

Baca juga Suatu Senja di Golo Lantar

Dari Saya untuk Aku

Malam mengelola semua kisah
Semua berantakan dalam dada.
Begitu banyak puing-puing pilu.
Yang melebur di sarang asa

Dengan tenang sambil mengenang
Bersama kabut malam yang dingin
Kekalutan yang lalu-lalang di ruang tengah ingatan.
Dengan mata yang sembab, disaksikan malam yang basah itu

Kepada tubuhmu yang terlampau kuat
Menahan segala deru, duri yang terus berdiri
Kepada kasihmu yang selalu kekal
Pintaku, abadikan segalanya itu.
Aku tak punya kata yang lebih romantis lagi, untuk menenangkanmu.

Gemakanlah damai dan sukacita pada-Nya
Jadikanlah seorang yang kuat
Ini kutulis, sebagaimana kau selalu telah datang dengan sabar.

Dari saya, untuk aku.
Sebuah Bingkisan terimakasih
Doaku di dadamu, aku.
Tumbuhlah dalam cinta yang tanpa syarat

Kekasih, usia telah berlanjut
Terimakasih warna yang menghiasi perjalananku
Aku padamu total..
Aku mencintaimu dalam dalam diam-diam

Baca Juga :   Daun Di Pagar Rumahmu Antologi Puisi Fr. Blasis Prang

(Surabaya, November 2020)

Baca juga Hijabmu dan Rosarioku Dalam Cinta yang Esa

Kristiani, berulangtahunlah selalu.

Kristiani,……
Kukirim sepotong sajak
Yang menghanyutkan kita pada bayang di antara kalbu yang mungkin kelabu.
Pada sehelai malam, aku mengedipkan mata, semoga dikau paham

Ada sebongkah sesak
Melihat gambar ayah disudut kamar
Mengusapnya penuh haru dan tangis
Ada segudang pilu menatap senyum ibu di balik layar Maya
Ahhhh, kadang rindu menampar sekeras ini.

Kristiani,
Tepat dihari ulang tahunmu ini.
Bukan tentang berapa banyak kado, kue yang kau terima.
Tapi, tentang bagaimana kau menerima semua menjadi berkat untuk hidupmu

Seperti menahan tangis..
Tangan terlampau gemetar
Menulis ini untukmu,
Ya,… Barangkali kau tidak menyukainya.

Kristiani yang kukasihi
Aku mengerang disudut kamar
Berdegup dalam lembah sunyi
Aku mencari pelukan yang paling malang, agar sama- sama tau

Kristiani, tetaplah merayu berkatNya
Dengan caramu yang sesederhana itu
Kau boleh menyentuh tubuhnya
Puisi paling puisi adalah.
Sujudmu malam ini .

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Defri Noksi Sae

Sambil menanti riuh senyap pada ranting-ranting itu
beri aku maaf bila,….
Tak ada kado yang lebih istimewa untuk kau.
Namun, di sini kau tetap hidup dalam naluri puisiku.

Kristiani, berulang tahunlah selalu.
Aku dan semesta mencintaimu selalu dan selalu
Sayang di dadamu. Aku ingin tidur lebih lama dari biasanya
Hingga kita menjemput aroma pagi.

Sekali lagi, selamat tiup lilin
Biarkan lelahmu meleleh bersama lilin yang kau bakar malam ini.
Tetaplah menjadi cahaya untuk semua yang masih bersamamu

Kristiani, aku mencintaimu tanpa kadang- kadang.
Tanpa seumpama.
Semua adalah milikmu jua.

(Surabaya, November 2020)

Baca juga Ingin Membencimu namun masih Mencintaimu

Indrha Gamur (foto/Dokpri)

(Penulis buku antologi puisi “Rasanya seperti rindu tetapi entah apa namanya” juga Sebagai Pimpinan Redaksi Banera.Id & sebagai manager di Rudy beauty center- Surabaya)


Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button