cerpen

Dari Kidron ke Golgota

Foto: Pinterest

Penulis: Berry Unggas

Sungai Kidron yang gelap adalah awal lupa
Bahwa ciuman-ciuman harus ikhlas sebelum lelap

Lentera yang terang dengan suluh dan senjata
Jalan menuju berpasang-pasang api arang yang ranum
Di mana salah satu di antara pengikut
Menyebut “bukan” sebanyak tiga kali berturut-turut

Sementara itu,
Yang sudah digenapi pada satu hari sebelum
Tengah menabung 30 perak
Mari mahar yang diberikannya kepada Khayafas
Tak sebanding dengan hasil jualannya

Baca Juga :   Peluru Cinta yang Mati

Aktus-aktus sepanjang sungai Kidron ke Golgota;
Perjumpaan penuh kasih bersama sang ibu,
Mengusap wajah-wajah perempuan,
Kejatuhan-kejatuhan kesekian,

Berakhir pada kematian di Kayu Salib
Adakah penggenapan firman perjanjian sejak dahulu
Bahwa kematian-Nya
Lahir dari penyangkalan dan pengkhianatan

Vigilia

Selepas kematian tanpa sangkalan panjang
Kerabat, kenalan, pun tetangga berkumpul semalam suntuk
Berjaga-jaga dengan cahaya lilin sebagai puncak penyerahan
Banyak di antara mereka bermain kartu
Menggantung telinga mereka dengan apa saja yang bisa memberatkan

Baca Juga :   Perjalanan Panjang

Ketika saat-Nya tiba,
Lilin-lilin habis termakan api

Ia kemudian bangkit tanpa cahaya penerang
Mendapati mereka telah tertidur pulas
Berderet liur menghiasi dagu
Serta kartu-kartu berserakan
Dari pihak yang terseret kekalahan

Sementara,
Beberapa orang tertahan sepanjang malam
Menjaga sekaligus merayakan roti-anggur semeriah mungkin,
Pertanda puncak penyelamatan

*Berry Unggas, penikmat sastra. Suka mendengarkan lagu-lagu Sal Priadi

Baca Juga :   Jalan Sekam Padi

Editor: Edid Teresa

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button