Puisi

Dalam Doa Antologi Puisi Wandro Julio Haman

Betapa buru-buru kenangan itu kembali,

sebelum ia sempat merapikan puing-puing waktu yang dikoyaknya sendiri.

Wandro Julio Haman

Dalam Doa I

Dalam doa yang nyaring, melengking hening,
di sudut malam, bergeming
Menderu-deru dalam pojokan diri,
“Tuhanku yang duka,
terima kasih untuk segala duri,
bebatuan terjal,
sauh yang patah sebelum dikayuh,
layar yang layu sebelum terbentang,
juga kuntum yang luruh sebelum dipetik.
Eh, satu lagi, Tuhan
Terima kasih untuk senyum yang telah berkhianat”

Baca Juga :   Kumpulan Puisi Alexander Wande Wegha

Baca Juga : Mama Antologi Puisi Andi Dollo
Baca Juga : Model Politik Eudaimonistik Aristoteles (384/383-322 SM)

Dalam Doa II

Seberkas jingga memudar di balik lanskap,
berganti rembulan yang remang-remang merangkak
di antara ilalang dan bebunga.
Sementara di balik tirai sepasang kaki bersimpuh,
menyimpul hening, mengangkasa doa penuh harap.
Memohon kepada Yang Kuasa,
agar membiarkan kita merawat jejak-jejak yang lugu itu,
memainkan lakon ciptaan-Nya sebaik-baiknya, dan
memperkenankan kita diberkati atas kehendak-Nya.
Hingga suatu petang kita diizinkan merias lanskap,
memetik jingga pada sehampar senja, sebelum abadi dalam gelap,
lalu menepi di ujung malam yang paling beku.

Baca Juga :   Senja di Pantai Hatimu Antologi Puisi Wandro Julio Haman

Baca Juga : Terjaga Antologi Puisi Lidwina Rusmawati
Baca Juga : John Rawls: Keadilan Global dan Nalar Publik (1921- 2002)

Sesal

Daun-daun kenangan berguguran di sepanjang jalan itu,
di suatu senja yang bergurau menyembunyikan lanskap.
Tiada ia peduli akan hati yang bergemuruh itu.
Lantas, sesal pun sesak mengalir,
memenuhi batas rindu,
lalu tumpah menjelma air mata.
Betapa buru-buru kenangan itu kembali,
sebelum ia sempat merapikan puing-puing waktu yang dikoyaknya sendiri.
Sebelum ia sempat mengemas hati untuk pagi yang masih terkatup.

Baca Juga :   Hidup Ini Sekeras Batu

Baca Juga : Hujan di Malam Hari
Baca Juga : Memperkenalkan Pemikiran J├╝rgen Habermas

Penulis adalah mahasiswa Sastra Inggris pada Universitas Wijaya Putra Surabaya, yang juga merupakan Redaktur Pelaksana di banera.id.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button