Opini

Covid-19 dan Urgensitas Pertobatan Kaum Kristiani

Eksistensi Covid-19 di Tubuh Bumi

Relevansi dengan konteks kehidupan dalam satu tahun lebih terakhir, di abad ke-21 terutama sejak di akhir tahun 2019 sampai pada masa tahun 2021 ini, global sedang atau masih ditakluki dengan kemampiran suatu problem  yaitu wabah (epidemic) Covid-19. Kemampiran Covid-19 secara illegal ini sangat mengganggu kenyamanan sendi kehidupan manusia. Manusia memang sudah menjadi objek atau sasaran utama dari serangan wabah covi-19 ini. Serangannya dahsyat yang melintasi begitu cepat kepada setiap raga manusia kemudian berdampak buruk terhadap psikis dan mental.

Masalah covid-19 adalah masalah serius bagi dunia global, yang mana dapat memengaruhi pelbagai sendi kehidupan. Sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, politik, merupakan dampak buruk yang tampak pada kehidupan global karena kehadiran epidemic (wabah) covid-19. Serangan wabah ini tanpa mengenal sisi kelemahan dalam diri manusia.  Dalam artian, manusia belum mempersiapkan kekuatan dalam diri (power in self) seperti mental, psikis dan emosional yang matang untuk menghadapi  kemampiran wabah covid-19 ini. Bahkan manusia tidak tahu sebab wabah ini bermula.

Baca Juga : Manisfestasi Manusia Sebagai Makhluk Citra Allah
Baca Juga : Taat dan Patut Antologi Puisi Alfa Edison Missa

Sebagian publik meyakini bahwa kisah awal penyebaran covid-19 bermula pada akhir 2019 ketika seseorang terjangkit virus corona dari hewan yang diperdagangkan di pasar Seafood Huanan, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kisah tersebut kemudian berkembang menjadi tragedi memilukan dalam sejarah umat manusia era kiwari. Bermula dari infeksi di Wuhan, covid-19 kini telah menyebar secara global dan menewaskan banyak orang. Indonesia pun sebagai salah satu terdampak dari wabah ini. Berdasarkan data dari pihak SATGAS (Satuan Gugus Tugas) penanganan covid-19 pada rabu, (14 April 2021) terdapat 1.589.359 jiwa dinyatakan positif terinfeksi. Sementara yang meninggal sebanyak 43.073 (Sumber: Liputan 6).

Baca Juga :   Lawan Demagog Pemburu Kuasa

Apakah sebab utama  sehingga eksistensi wabah penyakit Covid-19 muncul di tubuh bumi pertiwi ini?. Begitu majemuk ilmuwan belum mencapai final terhadap kepastian asal mulanya (sumber) kemunculan wabah ini. Namun, posible (kemungkinan) semua pihak, wabah Covid-19  muncul disebabkan ulah manusia yang merusak ekosistem alam dalam habitat hewan. Adalah Joacim Spangenberg, wakil presiden dari institut keberlanjutan Eropa mengatakan, dengan merusak ekosistem, manusia menciptakan kondisi yang menyebabkan virus hewan menyebar ke manusia. Sebagaimana dikatakan Joacim Spangenberg, Covid-19 merupakan konsekuen dari ulah manusia yang merusak terhadap ekosistem alam terutama keberlangsungan habitat hewan maka dapat mengakibatkan pula kembali kepada manusia itu sendiri.

Baca Juga : Berdamai dengan Hati Antologi Puisi Maria Grasela
Baca Juga : Gerakan Literasi Versus Gerakan ‘Mengemis’

Jika manusia merupakan objek utama dari serangan wabah covid-19, sejatinya, manusia juga yang berperan utama dalam mengendalikannya. Dalam menekan kencangnya roda penularan covid-19, tidak gampang semua pihak mengupayakannya. Meskipun banyak upaya keras yang dilakukan baik dari pemerintah maupun masyarakat, tidak akan membuat wabah ini tuntas dalam tempo yang singkat. Sebagai salah satu upaya berdasarkan perspektif penulis yaitu, menekan penularan wabah covid-19 ini, semua pihak perlunya transisi ( berpindah) pola pikir dan kembali kepada kesadaran iman yaitu kembali kepada kekuasaan  dan hukum Tuhan yang Dia sebagai penguasa.

Baca Juga :   Menyoal Nasib Guru Kontrak di TTU

Hukuman Tuhan adalah hukuman tertinggi atas hukum kodrat manusia. Dalam kitab suci Perjanjian Lama, penyakit dipandang sebagai hukum yang dikirim Tuhan. Sebagai hukum dari Tuhan, penyakit biasanya dipandang sebagai akibat dosa Ayub (2:5-6). Secara umum dalam kitab suci tertulis bahwa; Allah memberikan penyakit dengan dua tujuan. Pertama, ingin mendidik dan mengajar umat-Nya agar umat-Nya mau berbalik, makin setia kepada jalan-Nya. Kedua, dengan penyakit Allah menghukum mereka yang melawan kehendak-Nya (Im 26:14-20).  Oleh karena itu, sebagai insan yang bertakwa kepada Tuhan, harus mampu tunduk di bawah hukuman itu. Situasi Covid-19 yang dialami manusia sekarang merupakan suatu kutukan nyata dari Tuhan. Situasi ini menyadarkan kita untuk kembali kepada Tuhan sebagai Dia yang berkuasa. Orang yang beriman akan Tuhan terutama bagi kaum kristiani tidak sepantasnya mengabai akan ajaran-Nya.

Baca Juga : Ketika Hujan Turun Antologi Maxi L Sawung
Baca Juga : Coretan Dalam Rasa Antologi Puisi Alfa Edison Missa

1 2Laman berikutnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button