Puisi

Pesan Singkat Antologi Puisi Maxi L Sawung

“Andaikan kau tahu bahwa Tuhan itu pencemburu

Dan begitu juga aku sebagai anak-Nya”

-Maxi L Sawung

Pesan Singkat

Hari ini, semua duga-duga
Yang seharusnya dapat kau jawab
Kau ubah menjadi batu
yang mengeras di dasar hati
Dan di atas batu itu aku dirikan
Sebuah sikap tidak percaya

Andaikan kau tahu bahwa Tuhan itu pencemburu
Dan begitu juga aku sebagai anak-Nya

Baca Juga :   Aku Bersama Hujan Antologi Puisi Maria Camelia

2021

Baca Juga : Kehadiranmu Membahwa Cinta Yang Sesungguhnya Antologi Puisi Yofri
Baca Juga : John Rawls: Keadilan Global dan Nalar Publik (1921- 2002)

Sedang Mengetik

Di antara malam yang kian merayap
Dari timur ke barat

Kita mencoba menjaga hangat
Dengan mengirimkan kata
Yang diandaikan sebagai dekap

Hadir kita mungkin tak dekat
Maka mengetik jadi cara menangkal prasangka gelap
Bagi hati kita yang merah merekah
Karena setia. Jangan biarkan keraguan melekat

Baca Juga :   Puisi-Puisi Gust Kn

Seperti rumput liar di halaman teras rumah
Tempat kita terakhir berpisah.

2021

Baca Juga : Memperkenalkan Pemikiran Jürgen Habermas
Baca Juga : Politik Diferensiasi Iris Marion Young, Keadilan Gender dan Hak-hak Asasi Manusia

Dilihat

Tuhan dan kamu itu sepertinya sama
Ketika aku harus bersusah merangkai kata
Berharap menarik mata walau tidak seberapa
Tetap jika itu bukan yang kau inginkan bagi kita
Akan kalian terima doa itu lalu memberikan
Dua centang biru pada langit dalam layar handphone
Padahal aku mendambakan Tuhan dan dirimu
Membalasnya dengan bahasa hujan bukan air mata.

Baca Juga :   Gerimis Senja Antologi Puisi Afriana

2021

Penulis: Maxi L Sawung, tinggal di Maumere, menyukai buku. Menghabiskan sisa waktunya di Facebook, @Maxi L Sawung.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button