cerpen

Aku Memilih Jalan Ini

Penulis | Yuventus Falo

Lima tahun sudah berlalu, dari penghujung langit di antara awan-awan putih, kupandangi tingginya gunung Oeleten yang menjulang megah. Tempat awan putih bersandar ini adalah pemandangan yang tak biasa, tetapi menyejukkan mata. Aku seolah-olah berada di bumi antah berantah. Aku sedang berpijak pada tempat di mana aku akan memulai langkahku. Tempat itu akan menjadi ribaan cerita tersendiri dari kisah yang kualami, dan dari situlah semuanya bermula.

Baca Juga :   Canda Mencandukan

Tanpa sanak keluarga tak melunturkan niatku dengan keberanian seadanya. Demi apa yang ingin kucapai, tak ada kata pulang untukku. Namun, yang paling terkesan bagiku adalah perjumpaan dengan dua wajah baru.

Baca Juga Kumpulan Puisi-Puisi Maxi. L. Sawung

perjumpaan dengan dua wajah baru.
“Rangga,” katanya mengajakku bersalaman. Berperawakan tinggi dan bertubuh cukup besar untuk anak seumuran kami. Dari garis-garis tangannya dapat kubaca kerja kerasnya melawan bebatuan karang. Lain halnya dengan yang satu lagi.

Baca Juga :   Karya-Karya SMP Negeri 4 Lembor (1)

“Renal,” sambil cengar-cengir melihatku yang postur tubuhnya lebih gemuk dari padanya. Kulitnya hitam seperti dalam iklan Aqua yang pernah kutonton, tetapi ia periang dan sifat jenakanya ialah bakat tersendiri. Belakangan aku baru tahu bahwa ia seorang yang pandai mengelak, atau lebih tepatnya bersilat lidah.

1 2 3 4Laman berikutnya

Artikel Terkait

Satu komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button